Kabar Internasional – Seorang Remaja Akui Bunuh Turis Asal Amerika Serikat

 

Seroang remaja mengaku bersalah telah membunuh turis asal Amerika Serikat dan melukai lima orang lainya dalam serangkaia serangan penusukan. Serangkaian serangan penusukan tersebut terjadi di Russel Square di kota London pada bulan Agustus tahun lalu.

Muncul di pengadilan Old Bailey pada hari Senin (6/2) kemarin, Zakaria Bulhan, pemuda berusia 19 tahun, telah mengakui telah melakukan penusukan terhadap Darlene Horton yang berusia 64 tahun dan bertanggung jawab atas serangan lainnya yang melukai lima orang lainnyayang mengakibatkan para korban luka berat.

Ia akan diadili untuk satu tuntutan kasus pembunuhan dan lima tuntutan kasus percobaan pembunuhan. Setelah mengakui telah bersalah untuk mendapatkan tuntutan yang lebih ringan, jaksa penuntut mengatakan bahwa ia menerima permohonan tidak bersalah untuk pembunuhan dan percobaan pembunuhan.

Pengadilan mendengarkan bahwa Bulhan menjalani perawatan akut terhadap penyakit skizofrenia paranoid pada saat serangan yang terjadi pada tanggal 3 Agustus.

Jaksa bernama, Mark Heywood QC mengatakan bahwa kasus tersebut telah dipertimbangkan pada tingkat tertinggi dan keputusan itu sangat tepat untuk menerima permohonan. Membuka fakta-fakta dalam kasus tersebut, Heywood mengatakan abhwa pada malam tanggal 3 Agustus, pria tersebut melakukan gerakan yang tidak menentu di Russel Square, sambil membawa senjata berupa pisau dapur.

“Ia berjalan melewati kerumunan publik, ia kemudian berbelok ke arah trotoar. Tanpa adanya peringatan atau provokasi, pria tersebut melakukan penikaman terhadap enam orang secara berurutan, tanpa mengeluarkan kata-kata ke arah mereka yang kemudian bergerak ke arah lain untuk melakukan penusukan ke korban berikutnya,” kata Heywood.

Bulhan terlahir di Norwegia setelah kedua orang tuanya melakukan imigrasi dari Somalia, ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara dan tinggal di Tooting, London Selatan, bersama dengan ibunya, saudara kandungnya dan ayah tirinya pada saat terjadinya serangan tersebut.

Ia sempat dikeluarkan dari sekolah pada bulan April 2016 karena berperilaku aneh. Setelah melakukan berbagai konsultasi dengan  dokternya, Bulhan kemudian dirujuk ke tim kesehatan mental masyarakat.

Dua hari sebelum serangan, ketika ibunya tengah berada di Belanda, ada kekhawatiran tentang perilaku dari Bulhan, yang mendorong ayah tirinya untuk menjemput dirinya dan membawanya ke sebuah masjid di Camberwell.

Be Sociable, Share!