Kabar Internasional – Separuh Dukung Le Pen, dari Kawula Muda

 

Sejumlah prediksi awal telah memaparkan bahwasanya dukungan suara untuk Marine Le Pen,politikus ekstrem kanan, pada putaran kedua dari pemilu Presiden Prancis yang berlangsung pada Minggu 7/5/2017. Hampir separuh dari dukungan Le Pen, datang dari kawula muda Prancis.

Ada sekitar 44 % kalangan muda yang berusia 18 tahun hingga 24 tahun, dilaporkan telah memberikan dukungan pada pemimpin dari Partai Front Nasional itu. dukungan besar disbanding pemilih pada rentang umur yang lain.

Sementara itu, 20 % dari total dukungan yang sudah diraih oleh Le Pen, telah berasal dari kalangan pemilih yang berusia 65 tahun lebih.

Le Pen memang akhirnya harus menelan pil pahit, sebab perjuangan beratnya untuk menjadi presiden perempuan yang pertama kalinya, telah kandas dari Emmanuel Macron, politikus yang berhaluan tengah pada Pemilu Presiden di putaran kedua yang berlangsung pada Minggu 7/5/2017.

Jumlah perolehan suara telah menunjukkan, perempuan yang berusia 48 tahun tersebut, telah memperoleh sekitar 11 juta suara, jumlah tersebut mengungguli jumlah dukungan yang diperoleh Jean Marie Le Pen, ayahnya. Jean Marie memang pernah mencalonan diri untuk menjadi Presiden Prancis pada Pemilu 2002 yang lalu. Namun pada waktu itu, dirinya hanya memperoleh 4,5 juta suara.

Meski mampu mengungguli jumlah suara dari sang ayah, namun angka tersebut tidak cukup untuk membawa ibu tiga anak tersebut berhasil meraih kursi pada Istana Elysee. Sebab secara keseluruhan, Macron telah berhasil memperoleh 64 % suara dari kurang lebih 42 juta pemilih. Dirinya telah mengalahkan Le Pen dimana hanya mampu memperoleh 35 % suara.

Sebagaimana yang telah diberitakan oleh The Independent pada Senin 8/5/2017, jejak pendapat terbaru telah memperkirakan bahwa Macron telah diuntungkan oleh dukungan jutaan pemilih yang telah berupaya untuk mencegah Le Pen bisa memenangkan pemilu kali ini.

Sedangkan menurut Ipsos, ada 43 % pemilih berhaluan tengah telah memilih Macron guna menghentikan langkah dari Front Nasional. Dalam prediksi awal, memang Le Pen mampu menarik dukungan yang lebih banyak dari kalangan wanita, dibandingkan dengan kalangan pria. Dirinya pun berhasil untuk meraih hampir 63 % atau dua per tiga dukungan dari para kaum pekerja manual.

Kesuksesan Le Pen dalam meraih banyak dukungan para pemuda, diprediksi mampu meningkatkan prospek guna kembali lagi pada Pemilu Presiden 2022 yang akan datang.

Be Sociable, Share!