Kabar Internasional – Serangan Gas Mematikan Terjadi Di Daerah Kantong Pemberontak Suriah

Sebuah kelompok pemberontak Suriah menuduh pasukan pemerintah pada hari Sabtu (7/4) meluncurkan serangan kimia mematikan terhadap warga sipil. Serangan tersebut terjadi di sebuah kota yang dikuasai pemberontak di Ghouta timur, dan organisasi bantuan medis mengatakan 35 orang telah tewas dalam serangan-serangan kimia di daerah itu.

Media pemerintah Suriah membantah pasukan pemerintah telah melancarkan serangan kimia dan mengatakan para pemberontak di kota Ghouta di sebelah timur Douma berada dalam kondisi roboh dan menyebarkan berita palsu. Departemen Luar Negeri AS mengatakan sedang memantau situasi dan bahwa Rusia harus disalahkan jika bahan kimia digunakan. Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi laporan tentang serangan kimia.

Pemerintah Suriah telah merebut kembali hampir semua Ghouta timur dari pemberontak dalam serangan yang dimulai pada Februari, meninggalkan hanya Douma di tangan kelompok pemberontak, Jaish al-Islam. Pasukan pemerintah Suriah yang didukung-Rusia melanjutkan serangan pada Jumat sore dengan serangan udara berat setelah beberapa hari tenang.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan 11 orang telah meninggal di Douma sebagai akibat dari mati lemas yang disebabkan oleh asap dari senjata konvensional yang dijatuhkan oleh pemerintah. Dikatakan total 70 orang mengalami kesulitan bernapas. Rami Abdulrahman, direktur Observatorium, mengatakan dia tidak bisa memastikan apakah senjata kimia telah digunakan.

Organisasi bantuan medis Suriah American Medical Society (SAMS) mengatakan bom klorin menghantam rumah sakit Douma, menewaskan enam orang, dan serangan kedua dengan “agen campuran” termasuk agen saraf telah menabrak bangunan di dekatnya.

SAMS, mengatakan kepada Reuters jumlah korban tewas total dalam serangan kimia adalah 35. “Kami menghubungi pemerintah Inggris dan AS dan pemerintah Eropa,” katanya melalui telepon. Pejabat politik Jaish al-Islam mengatakan serangan kimia telah menewaskan 100 orang.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan mengatakan sejarah pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri “tidak diperdebatkan”. “Rusia akhirnya memikul tanggung jawab atas penargetan brutal dari Suriah yang tak terhitung jumlahnya dengan senjata kimia,” kata pejabat itu. Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, mengatakan kelompok pemberontak di Douma, Jaish al-Islam, sedang membuat “penyerangan serangan kimia dalam upaya terpapar dan gagal untuk menghalangi kemajuan oleh tentara Arab Suriah,” mengutip sumber resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *