Kabar Internasional – Siswi Chibok Kembali Dipertemukan Dengan Keluarga Mereka

 

Paman salah satu dari 82 siswi sekolah Chibok yang dibebaskan pada minggu ini telah menggambarkan kegembiraan dirinya yang luar biasa. Hal ini terjadi setelah dirinya dipertemukan kembali dengan keponakannya, yang telah ditahan oleh kelompok militan Islam Boko Haram selama tiga tahun.

“Hari ini adalah hari yang indah, Saya melihat gadis-gadis dan Maimuna. Ketika dia melihat saya, dia berlari dan memeluk saya dan mulai menangis, saya sangat tersentuh, “ kata Yakubu Nkeki pada hari Senin (8/5) malam waktu setempat.

Nkeki sendiri adalah seorang Chairman dari kelompok orang tua dari siswi Chibok dan seorang guru sekolah dasar yang telah benyak mengenal banyak dari siswi sekolah, telah menghabiskan waktu selama tiga jam dengan keponakannya, Maimuna Usman yang saat ini berusia 20 tahun, dan bersama dengan 81 siswi mantan sandera dari Boko Haram di Abuja, ibukota dari Nigeria, di mana mereka telah diamankan sejak pembebasan yang tidak diprediksi sebelumnya pada hari Minggu (7/5) kemarin.

“Saya merasa sangat senang telah bertemu dengan dirinya dan merasa lega dia berada dalam kondisi yang baik-baik saja, tanpa ada bekas luka di tubuhnya. Dia terlihat telah berada dalam kondisi yang mana, saya tidak bisa menggambarkannya,” tambah Nkeki.

Namun kebahagiaan dirinya dipenuhi oleh kekhawatiran saat orang tua lain yang diijinkan untuk melihat anak perempuan mereka dan untuk kesejahteraan wanita dan anak perempuan. Nkeki bertemu dengan menteri urusan perempuan pada hari Selasa (9/5) untuk mendiskusikan kapan keluarga tersebut dapat bertemu dengan anak perempuan mereka.

Gadis gadis yang termasuk diantara 276 siswa sekolah Kristen yang diculik dari asrama mereka pada bulan April tahun 2014 silam, telah menimbulkan kecaman keras dari dunia internasional, yang telah dibebaskan pada hari Minggu (7/5) yang lalu dengan imbalan ditukar dengan lima petinggi kelompok militan Boko Haram, setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi oleh para peserta di dua benua.

Keluarga tersebut mengatakan bahwa pembebasan mereka telah memberikan mereka harapan bahwa orang lain akan segara dibebaskan. Para gadis yang dibebaskan tersebut menghabiskan waktu selama lima hingga tujuh hari untuk mendapatkan pemerikasaan medis dan tes psikologis.

Be Sociable, Share!