kabar Internasional – Spanyol Minta Pindah Ke Zona Waktu dalam Bekerja

jika kamu sudah terbiasa bekerja dari melebihi waktu yang memang seharusnya dan juga berkutat dengan segala masalah dari perkotaan, maka akan boleh dikatakan kamu sebagai seorang pekerja Indonesia, dan lebih rajin. Setidaknya jika dibandingkan dengan pekerja yang ada di Spanyol.

Merasa melakukan membanting tulang dan lebih lama daripada negara eropa yang lainnya, pekerja yang ada di Spanyol ini berencana pindah di zona waktu. Seperti yang sudah dilansir dalam AFP pada hari Sabtu, 17/12/2016 telah diketahui setelah dari Meteri tenaga Kerja Spanyol yaitu Fatima Banez sudah berencana membuat fakta sebuah perubahan zona waktu untuk negaranya untuk mengikuti London, Inggris yaitu 1 jam lebih lambat.

Rata-rata dari negara yang ada di Eropa itu memang telah mengikuti jam kerja di London. Tapi, tak demikian halnya yang ada di Madrid, dimana dari pekerja itu sudah sibuk, dan sementara disaat yang sama, reka-reka dari belahan Eropa lainnya belum juga dipusingkan urusan pekerjaan.

Disaat waktu  istirahat siang, ada banyak pekerja dari Spanyol telah memanfaatkan 2 jam istirahat siang guna pulang ke rumah. Mereka pun bersantap siang ataupun beristirahat. Masalahnya dari kebanyakan pekerja  mereka tinggal jauh dari kantornya, jadi akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bsia kembali ke kantor.

Dari survey yang sudah dilakukan, ada rata-rata pekerja telah kembali ke kantornya setelah jam istirahat siang yaitu pada pukul 5 sore. Padahal waktu itu para pekerja yang ada di belahan eropa yang lainnya sudah bersiap pulang.

Para penduduk Spanyol akan merasa kondisi waktu mereka akan lebih awa daripada negara lainnya, membuat jam makan malamnya akan menjadi lebih molor dan juga jam tayang premimere juga akan berlangsung sampai tengah malam.

Bahkan survey yang dilakukan oleh The Sociological Research Center telah diketahui satu dari 4 orang Spanyol tidur setelah melewati tengah malam. NUria Chinchilla seorang direktur International Center For Work & Family yang ada di IESE Business School Spanyol telah mengatakan kurang waktu untuk tidur para pekerja di Spanyol yang telah berdampak buruk kepada performa kerja dan juga bsia membahayakan disaat mengemudi.

About The Author