Kabar Internasional – Sudah 50% karyawati di Inggris Mengalami Pelecehan Seksual

 

Ada lebih dari 50% perempuan yang ada di Inggris telah mengalami pelecehan seksual di saat dia bekerja. Namun 80% diantaranya memilih tidak melaporkan sebuah insiden itu.

Dariu sebuah hasil survey terbaru dari TUC dan juga Everyday Sexism seoerti yang dilansir dalam cnnindonesia.com pada hari Kamis, 11/08/2016 hampir ada 1 dari 5 responden yang mengatakan bahwasannya pelaku adalah pengawas uatam di kantor mereka.

“Angka tersebut telah mengejutkan dan juga seharusnya tengah menjadi sebuah peringatan. Insiden pelecehan seksual ini juga masih menjadi sebuah permasalahan yang besar bagi perempuan saat berada di tempat kerja. Tidak dapat menghilang begitu saja,” jelas Alice Hood selaku kepala bagian Kesetaraan dalam TUC.

Selain itu ada sekitar 1.533 responden telah mengakui tidak ambil pusing dalam tindakan tersebut karena mereka tidak yakin insiden tersebut dapat dilaporkan sebagai salah satu bentuk pelecehan seksual.

Bagi Hood, sebagian besar korban tak melaporkannya dikarenakan mereka malu dan juga berpikir bahwa mereka tidak dianggap serius, dan juga malah khawatir jika kariernya dappat tertutup.

Di dalam survey itu memang sudah terkuak sebuah fakta bahwasannya ada kelompok usia 18 sampai 24 tahun merupakan usia yang sangat rentan untuk mendapatkan pelecehan seksual. 2/3 responden yang sudah masuk dalam kelompok itu memang sudah terbukti mengalami sebuah pelecehan seksual.

TUC sudah mengkategorikan pelecehan seksual itu sudah masuk ke kelakar atau sindiran seksual, sentuhan tak sopan, sirkulasi pornografi, dan bahkan sebuah kegiatan yang berbau seks lebih jauh. Sudah hampir ada 1/3 responden yang telah mengatakan bahwa mereka menjadi bahan candaan seksual di tempat mereka bekerja. ¼ nya juga mengalami sentuhan yang tidak diinginkan seperti di bagian dengkul dan juga punggung bagian bawah.

“Tidak ada sebuah perubahan seperti yang sudah dibayangkan orang. Karena hal ini terus terjadi dikarenakan tak ada pembicaraan. Para perempuan juga merasa tak dapat membicarakan hal ini dan disaat mereka berbicara, tidak ada sebuha tindakan sama sekali,” jelas Laura Bates seorang pendiri dari everyday Sexism.

Hood pun akan menghimbau para perusahaan agar melawan dan juga menghadapi sebuah kasus pelecehan seksual dengan pelatihan staf, perubaahan gaya bekerja, dan juga menerapkan sebuah kebijakan yang kuat.

Be Sociable, Share!