Kabar Internasional – Tariq Ramadan Mendapatkan Tuduhan di Prancis Atas Kasus Pemerkosaan

Seorang hakim Prancis telah menempatkan sarjana studi Islam terkemuka, Tariq Ramadan dalam proses penyelidikan kriminal atas dua tuduhan kasus pemerkosaan. Pria berusia 55 tahun itu ditanyai oleh polisi di Paris pada awal pekan ini dan kini telah ditahan.

Ramadan sendiri telah  menyangkal melakukan kesalahan dan menuntut salah satu penuduhnya, yang merupakan mantan radikalis Islam, telah melakukan fitnah. Ramadan sendiri merupakan seorang pengajar di Universitas Oxford, namun memilih untuk cuti setelah klaim tersebut muncul pada bulan Oktober tahun lalu.

Seorang hakim pemeriksaan sekarang akan mengumpulkan sebuah kasus, dan menentukan apakah Ramadan akan diadili karena pemerkosaan dan penyerangan seksual lainnya. Penuduh pertamanya adalah Henda Ayari, seorang mantan radikal Muslim yang sekarang memimpin sebuah kelompok feminis sekuler.

Dalam sebuah buku yang diterbitkan pada tahun 2016, dia menulis tentang diperkosa di sebuah hotel di Paris empat tahun sebelumnya, namun buku tersebut tidak menyebutkan nama penyerangnya.

Namun pada bulan Oktober 2017, dia mengatakan bahwa skandal penyerangan seksual seputar tokoh Hollywood Harvey Weinstein telah membuatnya berani menuduh Ramadan secara eksplisit. Beberapa hari kemudian seorang wanita lain, seorang mualaf yang tetap anonim, menuduhnya memperkosanya pada 2009 silam.

Empat wanita Swiss juga menuduh ilmuwan tersebut telah melakukan serangan seksual terhadap mereka disaat mereka masih menjadi siswa di Jenewa. Dia mengatakan semua tuduhan tersebut merupakan bagian dari kampanye musuh-musuhnya.

Tokoh yang kontroversial dan berpengaruh di kalangan ilmuwan Muslim, dia merupaan cucu dari Hassan al-Banna, seorang imam Mesir yang mendirikan Ikhwanul Muslimin di tahun 1920-an.

Tariq Ramadan menantang kaum fundamentalis Muslim dan mendorong dialog antar agama, namun beberapa kritikus mengatakan bahwa dia mempromosikan versi Islam yang tidak sesuai dengan nilai sekuler Prancis.

Dia telah membuat penampilan di media secara reguler di Prancis dan Inggris, dan merupakan tokoh populer di kalangan Muslim muda di Eropa. Ramadan adalah warga negara Swiss dan sejak 2009 telah menjadi profesor studi Islam kontemporer di St Antony’s College, Oxford.

Dia juga pernah duduk di sebuah kelompok penasihat Kementerian Luar Negeri Inggris mengenai kebebasan beragama.

About The Author

Reply