Kabar Internasional – Teknisi Pesawat Selamat pada Tragedi Chapecoense Setelah Meringkuk di Kursi

 

Salah seorang korban selamat dari tragedy Chapocoense telah menceritakan momen-momen terakhir sebelum pesawat tersebut jatuh di Colombia. Dirinya pun telah menyebutkan bahwa para penumpang yang kebanyakan pemain dari klub sepakbola Brazil, Chapecoense tersebut panic serta banyak yang telah berdiri dari tempat duduknya. Sementara itu, dirinya lebih memilih untuk meringkuk pada kursinya ketika pesawat tersebut hendak terjatuh.

Erwin Tumiri yang merupakan warga negara Bolivia tersebut, merupakan salah satu teknisi penerbangan pesawat Lamia 2933 yang telah terjatuh di dekat kota Medellin, Senin malam 28/11/2016. Tumiri telah menyebutkan bahwasannya dirinya telah mengikuti prosedur kemanan yang telah diajarkan kepada dirinya, namun langkah tersebut tidak diikuti oleh para penumpang lainnya yang tengah dalam kondisi panic.

“Banyak penumpang yang berdiri dari tempat duduknya serta malah berteriak,” sebagaimana yang telah diungkap oleh Tumiri untuk yang pertama kalinya pada media lokal Colombia, Radio Caracel sebagaimana yang telah dilansir dari Reuters serta Media Inggris, Metro.co.uk pada Kamis 1/12/2016.

“Saya telah berhasil menyelamatkan diri saya sebab saya telah mengikuti protocol darurat. Saya telah meletakkan tas pada kaki saya serta meringkuk seperti posisi janin, sama dengan yang sudah direkomendasikan,” imbuhnya.

Tumiri juga menyebutkan bahwa para penumpang serta awak menyadari bahwa memang telah terjadi masalah yang serius pada pesawat tersebut sebelum akhirnya terjatuh.

Tidak hanya Tumiri, korban selamat yang lain Ximena Suarez juga telah berbicara kepada awak media untuk yang pertama kalinya. Suarez yang bertugas jadi pramugari dari pesawat nahas tersebut, telah menceritakan bagaimanakah kondisi yang ada pada kabin yang gelap gulita sebelum akhirnya pesawat tersebut menghantam pegunungan.

“Memang pesawat telah mati total serta terjadi penurunan yang tajam lalu diikuti dengan benturan yang sangat keras,” jelas Suarez pada kantor berita El Colombiano.

Suarez sendiri telah ditemukan masih hidup diantara puing – puing pesawat beberapa jam setelah pesawat tersebut menghantam pegunungan.

Tumiri dan Suarez pun mengaku masih terguncang. Namun ajaibnya, keduanya pun hanya mengalami luka memar saja, tidak berada pada kondisi kritis. Total ada 71 orang dimana 20 jurnalis dari Brazil telah tewas pada insiden tragis tersebut.

Be Sociable, Share!