Kabar Internasional – Tentara AS Tewas Terkena Bom saat Merebut MosuI dari ISIS

 

Seorang tentara AS tewas setelah terkena bom saat berusaha merebut Mosul dari tangan ISIS di Irak. Hal tersebut terjadi ketika pasukan militer Irak tengah melanjutkan operasi untuk merebut Mosul dari tangan Militan ISIS.

Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh seorang pejabat dari pertahanan senior AS pada AFP pada Jum’at 21/10/2016. Tentara Amerika Serikat tersebut tewas pada saat insiden tersebut kemungkinan besar memiliki kaitan dengan operasi untuk merebut Mosul. Tetapi pejabat Amerika Serikat itu tidak bersedia untuk memberikan penjelasan yang lebih lanjut terkait atas insiden tersebut.

Insiden Iedakan bom rakitan atau pun bom di pinggir jalan tersebut telah terjadi pada wilayah Mosul yang berada di bagian utara. Sebagaimana diketahui apabila ada lebih dari 100 tentara Amerika Serikat yang telah dikerahkan untuk menjadi penasihat untuk pasukan militer Irak serta pasukan otonomi Kurdi maupun Peshmerga. Mereka tengah dalam operasi untuk menyerbu Mosul yang telah menjadi basis kuat ISIS.

Serbuan tersebut telah dilakukan dari sejumlah sisi secara bersamaan. Operasi untuk merebut Mosul dari tangan ISIS sudah dimulai dari awal pekan ini. KoaIisi pimpinan Amerika Serikat telah memberikan dukungan melalui udara serta daratan. Meski tak terjun langsung menuju Mosul.

Pejabat senior Amerika Serikat tersebut tidak mengidentifikasi siapa tentara yang sudah tewas di Mosul tersebut. Sementara itu, pimpinan AS telah menyatakan bahwa informasi ebih lanjut pun akan segera dirilis di saat yang tepat. Informasi yang rinci biasanya akan dirilis sesudah pihak keluarga korban telah diberitahu mengenai kematian dari tentara Amerika Serikat.

Sebagaimana yang telah dikutip dari CNN, pejabat Amerika Serikat tersebt telah menyebutkan bahwa tentara AS yang tewas itu sudah dievakuasi dengan menggunakan helicopter untuk bisa keluar dari medan perang. Tetapi akhirnya tentara tersebut tewas karena luka yang telah dialaminya.

Kematian dari tentara Amerika Serikat di Mosul tersebut adalah kematian keempat setelah militer AS diperintahkan untuk bertugas di Irak, guna menjalani operasi untuk melawan ISIS yang yang telah dimulai sejak tahun 2014.

Be Sociable, Share!