Kabar Internasional – Tentara Di Kawasan Ini Dibayar Dengan Memperkosa Wanita

Melihat dari laporan yang berasal dari pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB memberikan ungkapan kalau tentara Sudan Selatan kini sudah  di izinkan untuk bisa memperkosa perempuan untuk bisa menjadi bayaran setelah berhasil untuk memerangi pemberontak.

Berasal dari penemuan ini yang sudah di rilis dari pihak PBB yang sudah sebutkan kalau tentara pemerintah sudah di perbolehkan untuk melakukan pemerkosaan, menjarah dan membunuh warga sipil, bahkan setelah dari faksi menandatangani kesepakatan damai dan pembagian kekuasan untuk bulan Agustus lalu.

Dari dokumen yang sudah di unggah berada di hari Jumat  kemarin memberikan petunjuk kalau berasal dari kedua belah pihak sudah menyerang warga sipil, tentara pemerintah  yang sudah sering melakukanya. Kini disebabkan karena pihak dari pemberontak dalam keadaan melemah saat ini.

Terhitung antara bulan April sampai dengan bulan September tahun lalu, berdasarkan pengamat dari PBB menyebutkan kalau setidaknya ada sebanyak 1.300 insiden pemerkosaan tercatat ada di negara bagian Unity dengan sumber daya minyak banyak ada di Sudan Selatan.

Adapun dari daerah tersebut sudah menjadi daerah tempat tinggal dari beberapa pertempuran yang sudah terjadi antara dari tentara SPLA bersama dengan para pemberontak. PBB sudah menyebutkan kalau kini para pejuang sudah di izinkan bermain bersma dengan perempuan dengan memaksanya. Itu sebagai wujud dari upahnya.

“Ada seorang wanita yang sudah menggambarkan, bagaimana selama dari serangan ada di desanya berada di bulan Oktober 2015 silam, dari tentara SPLA tersebut sudah mengikatnya ada di sebuah pohon dan memaksa agar bisa saksikan putrinya yang sudah berusia 15 tahun dengan di paksa di perkosa oleh 10 tentara. Itupun di lakukan setelah dari suaminya di bunuh,” terang dari juru bicara PBB disebutkan kepada Nation.co.ke, hari ini Minggu (13/3/16).

Di dalam kasus yang lainnya, seorang perempuan muda sudah bersembunyi, di tarik dan juga  diperkosa oleh tentara. Pada saat dirinya kembali ke rumah, dia temukan ibu dan tiga saudaranya mendapatkan perlakuan sama.

About The Author