Kabar Internasional – Tentara Israel Ditikam Hingga Tewas

Seorang tentara telah ditikam sampai mati di Israel selatan, yang menurut polisi merupakan dugaan serangan teror. Sersan Ron Isaac Kukia yang saat ini berusia 19 tahun, tewas di sebuah pemberhentian bus di kota Arad pada Kamis (30/11) malam waktu setempat. Petugas keamanan saat ini tengah melakukan pencarian terhadap setidaknya satu orang pelaku penyerangan.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, setelah seorang warga Palestina ditembak mati oleh seorang warga Israel di pemukiman Tepi Barat yang diduduki pada sehari sebelumnya. Israel juga melancarkan serangan di Jalur Gaza sebagai pembalasan atas tembakan mortir.

Ratusan polisi dan tentara dikerahkan di sekitar Arad dan penghalang jalan telah disiapkan untuk mencari tersangka. Juru bicara kepolisian Micky Rosenfeld mengatakan bahwa motif utama penyelidikan tersebut adalah kemungkinan serangan teroris.

Sekitar 50 orang Israel dan lima warga asing telah terbunuh sejak akhir 2015 dalam serangkaian serangan yang menggunakan senjata api, pisau, dan serangan mobil, yang didominasi oleh orang Palestina atau orang Arab Israel.

Sekitar 300 warga Palestina juga terbunuh pada periode tersebut. Sebagian besar adalah penyerang, kata Israel, sementara yang lainnya tewas dalam bentrokan dengan tentara.

Serangan Kamis (30/11) malam terjadi beberapa jam setelah serangan tembakan dari tank Israel dan serangan udara menyerang posisi militan di dalam Jalur Gaza sebagai tanggapan atas tembakan mortir melintasi perbatasan ke Israel.

Sedikitnya 10 mortir mendarat, tanpa menimbulkan korban jiwa. Tiga orang Palestina terluka ringan akibat serangan udara selatan Kota Gaza, kata sumber Palestina di Gaza.

Israel mengatakan bahwa pihaknya menargetkan situs-situs yang termasuk dalam gerakan Islam militan Hamas dan Islamic Jihad. Juru bicara militer Israel mengindikasikan bahwa Islamic Jihad dicurigai berada di balik tembakan mortir, meski tidak ada kelompok yang mengatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan mortir tersebut.

Serangan mortir terjadi satu bulan setelah 12 militan Islamic Jihad terbunuh saat militer Israel menghancurkan sebuah terowongan yang mereka gali di bawah perbatasan yang menuju ke Israel.

Islamic Jihad sendiri telah mengeluarkan ancaman pada saat itu untuk membalas dendam atas kematian pejuang mereka tersebut.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *