Kabar Internasional – Tentara Korea Selatan Dipenjara Setelah Melakukan Seks Menyimpang

 

Pengadilan Militer Korea Selatan telah memutuskan untuk memberikan hukuman penjara selama 6 bulan kepada serdadu yang berpangkat kapten. Hal tersebut dilakukan menyusul perilaku menyimpang yang telah dilakukan oleh serdadu tersebut. Tentara tersebut, telah kedapatan melakukan seks menyimpang dengan melakukan seks sesama jenis.

Prajurit yang namanya tak disebutkan itu telah dihukum setelah melanggar klausul pada undang – undang militer Korsel. Dimana dalam undang – undang telah disebutkan dilarang adanya aktivitas homoseksual yang dilakukan oleh personel militer. Mereka juga menambahkan apabila pihak pengadilan militer akan terus menangani tindakan yang tak teratur dalam hukum.

Tidak hanya dipenjara dalam kurun waktu 6 bulan, prajurit itu juga terkena skors dalam waktu 1 tahun. Kelompok sayap kanan telah menyebutkan bahwa setidaknya ada 32 tentara Korea Selatan yang juga terancam akan mendapatkan hukuman yang sama, tentu saja karena kasus yang serupa.

Aktivitas seks kaum homoseksual memang bukanlah kejahatan untuk warga sipil yang ada di Korea Selatan. Tetapi, aktivitas itu haram bila dipraktikkan oleh masyarakat yang menganut paham patrialkal, konservatif serta tak menyetujui akan adanya pernikahan sesama jenis.

Presiden Korea Selatan yang baru, Moon Jae In, pada awal pekan ini telah dikecam oleh aktivis, ha itu karena pernyataannya yang menyebutkan bahwa tak menyukai para kaum homoseksual pada sebuah debat yang disiarkan oleh stasiun televise. Moon yang sebenarnya merupakan mantan pengacara HAM, dianggap telah berpandangan liberal.

“Kapten tersebut telah dituntut, sebab telah melakukan hubungan seks sesama jenis pada ruang pribadi,” ungkap Kim Hyung Nam yang merupakan kelompok kampanye Hak Asasi Manusia Militer, sebagaimana yang telah dikutip dari AFP.

Pada bulan lalu, organisasi itu telah menuding bila tentara telah membuat akun palsu terkait aplikasi kencan serta menemukan adanya personel militer serta melakukan interogasi yang bernuasa homophobia pada mereka.

Pada sisi lain, Kelompok HAM Amnesty Internasional telah mengecam adanya tentara Korea Selatan atas vonis yang dianggap tak adil, dan seharusnya memang segera dibatalkan. Penyetaraan hak dari kaum homoseksual dianggap harus segera  dibicarakan lebih lanjut.

Be Sociable, Share!