Kabar Internasional – Terkait Sistem Anti Rudal Amerika Serikat, Presiden Korea Selatan Selidiki Kemhan

 

Kementerian Pertahanan Korea Selatan telah diduga secara sengaja sudah menghilangkan rincian laporan terkait akan penempatan dari empat pelontar tambahan bagi system pertahanan anti – rudal Amerika Serikat yang begitu kontraversial atau THAAD pada Presiden Moon Jae In.

Yoon Young chan selaku jubir kantor kepresidenan Korea Selatan telah mengatakan apabila Kementerian Pertahanan telah dengan sengaja menghilangkan rincian terkait pengadaan instrument THAAD pada laporannya untuk presiden di tengah persiapan dari pemerintahan baru tersebut, menjelang pertemuan tingkat tinggi bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada bulan depan.

“Gedung Biru sudah mengonfirmasi bahwasannya Kementerian Pertahanan sudah secara sengaja telah menghilangkan informasi pengatar terkait penempatan dari empat pelontar THAAD pada laporannya,” ungkap Yoon pada Rabu 31/5/2017.

Semasa dijabat oleh Presiden Park Geun Hye atau presiden sebelum Moon, Korea Selatan dan Amerika Serikat memang sudah sepakat untuk menempatkan THAAD di bagian tenggara Korea Selatan atau Seongju untuk melindungi akan ancaman yang bisa datang dari Korea Utara. Pada kesepakatannya, penempatan THAAD itu hanya diperbolehkan dilengkapi dengan dua dari kapasitas maksimum 6 pelontar.

Pad laporan sebelumnya, Kementerian Pertahanan telah menyertakan data dari jumlah pelontar yang sudah dipasang serta nama dari sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat serta tempat alat pertahanan tersebut telah dipasangkan.

Tetapi Yoon mengungkapkan apabila rujukan tersebut telah dihapus pada versi terakhir laporan yang sudah diberikan oleh Kementerian Pertahanan pada Gedung Biru.

Sebagaimana yang telah diberitakan oleh Reuters, Moon dikabarkan sudah memerintahkan utusan untuk segera menyelidiki Kementerian Pertahanan seputar permasalahan tersebut, dan mengatakan apabila hal itu telah membuatnya merasa ‘terkejut’ sebab penempatan pelontar THAAD tak dilakukan tanpa sepengetahuan dari pemerintahan baru maupun public. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat bersikap begitu transparan pada pemerintah Korea Selatan terkait pengadaan system pertahanan tersebut.

Moon yang sudah mulai menjabat sejak 10 Mei yang lalu di Gedung Biru, naik tanpa adanya masa transisi. Hal itu dikarenakan Moon telah berhasil memenangi pemilu kilat yang telah digelar 2 bilan paska pemakzulan Park akibat skandal korupsi yang sudah menjeratnya.

Oleh karena itu, Moon tentu mewarisi sejumlah menteri pada cabinet pemerintahan Park, begitu pula dengan Han Min Goo selaku Menteri Pertahanan. Memang selama ini, Moon telah dikenal sebagai politikus yang tidak menyetujui adanya THAAD di negaranya.

Be Sociable, Share!