Kabar Internasional – TKI Ilegal Malaysia, Enggan Mengikuti Pemutihan Dikarenakan Mahal

 

Meski pun Pemerintah Malaysia sudah meluncurkan sejumlah program untuk pengentasan Pendatang Asing Tanpa Izin atau PATI dengan perekrutan kembali (rehiring) serta pemulangan secara sukarela atau voluntary deportation, tetapi ternyata masih banyak juga jumlah pekerja asing ilegal. Masih banyak tenaga kerja yang berasal dari Indonesia yang tidak bersedia untuk mengikuti program tersebut.

Tidak bersedianya mengikuti program tersebut dikarenakan salah satu faktornya ialah proses yang rumit serta ada banyaknya calo yang sudah menyebabkan para TKI harus mengeluarkan biaya yang banyak, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Itulah yang sudah disampaikan oleh Lalu Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI & Badan Hukum Indonesia.

“Animo TKI Ilegal mengikuti program pemutian dengan melalui rehiring maupun voluntary deportation ternyata tidak terlalu tinggi. Memang salah satu hal yang telah dikeluhkan oleh TKI ilegal merupakan prosesnya yang rumit serta mahalnya biaya dikarenakan ada banyaknya calo. Tidak hanya itu saja, mereka pun masih belum tentu juga lolos rehiring,” ungkap Iqbal ketika ditemui di kantornya yang ada di Jakarta pada Jum’at 7/7/2017.

“Padahal menurut Kemlu Republik Indonesia telah mengirimkan 3 tim menuju KBRI yang berada di Kuala Lumpur guna membantu WNI ini bisa mempercepat dalam memenuhi syarat – syarat rehiring. Namun animo dari WNI tetaplah rendah,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari Kemlu Republik Indonesia, ada sekitar 2,5 juta Tenaga Kerja Indonesia yang berbasis di Malaysia. Tidak hanya itu saja, ada pula sekitar 2,5 juta PATI yang ada di Malaysia, dimana 54 % merupakan warga negara Indonesia.

Sampai dengan saat ini, laporan dari Badan Nasional Penempatan & Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia atau BNP2TKI telah memaparkan terdapat hanya 7,7 % TKI ilegal yang mengikuti program pemulangan sekarela.

Sedangkan berdasarkan data dari Kementrian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, ada sekitaran 161.000 PATI yang telah mengikuti program rehiring Malaysia. Dari jumlah tersebut, 13.000 merupakan Tenaga Kerja Indonesia. Sebenarnya, target dari pemerintah Malaysia bisa memulangkan sebanyak 600.000 PATI.

Be Sociable, Share!