Kabar Internasional – Trump Ancam Boeing Kehilangan Kontrak

 

Donald Trump telah menyerukan Boeing akan kehilangan kontrak untuk membangun Air Force One. Boeing akan kehilangan proyek pesawat kepresidenan jika mereka benar-benar menghargai pesawat tersebut yang mencapai US$ 4 Milyar.

“Boeing sedang membangun sebuah pesawat baru jenis 747 Air Force One untuk pesawat kepresidenan, tetapi biayanya sangat di luar kendali, lebih dari US$ 4 Milyar. Batalkan Pesanan!,” kata Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat yang ditulis melalui Twitternya.

Berbicara kepada wartawan di sebuha lobi gedung Trum Tower menjelaskan tentang postingannya di Twitter bahwa hal tersebut benar-benar di luar kendali. US$ 4 Milyar untuk produksi pesawat kepresidenan dikatakan sebagai sesuatu yang konyol.

“Saya berpikir bahwa Boeing melakukan sedikit pada angka-angka tersebut. Kami ingin Boeing membuat banyak uang, tapi tidak sebanyak itu,” kata Trump.

Pernyataan singkat dari Trump tersebut telah membuat harga saham Boeing sempat jatuh. Saham Boeing sempat turun lebih dari US$ 1 sebelum akhirnya pulih. Boeing sendiri mengeluarkan pernyataan tak lama setelah Donald Trump mengeluarkan pernyataan.

“Kami sedang dalam kontrak sebesar US$ 170 untuk membantu menentukan kemampuan pesawat militer yang kompleks yang mampu melayani kebutuhan yang unk untuk pesawat kepresidenan Amerika Serikat,” tulis juru bicara Boeing, Todd Blecher melalui website resmi. Biaya sebesar US$ 4 milyar sendiri diyakini berasa dari analisis oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington (CSIS).

“Kami beharap dapat bekerja sama dengan Angkatan Udara Amerika Serikat pada fase berikutnya dari program yang memungkinkan kami untuk memberikan pesawat terbaik untuk Presiden dengan nilai yang terbaik untuk membayar pajak di Amerika Serikat,” kata pernyataan Boeing.

Pernyataan dan harga saham yang jatuh juga membuka kembali perdebatan tentang keuangan Trump. Pada bukan Januari tahun 2013 silam, Trump sempat memposting tulisan melalui Twitter bahwa dia telah membeli saham Boeing setelah memiliki maslah dengan 787 Dreamliner yang mempengaruhi harga saham.

Trump sempat menyebut nama perusahaan tersebut sebanyak dua kali pada tahun 2013, yang mengatakan bawha ia lebih memilih 757 dari pada Dreamliner dan beropini pada hari yang sama bahwa Boeing harus berurusan dengan masalah baterai yang sempat meresahkan perusahaan tersebut akhir-akhir ini.

Be Sociable, Share!