Kabar Internasional – Trump Dianggap Membawa Dunia ke Arah Kehancuran

Iran menempatkan sebuah rudal balistik yang dipamerkan pada hari Sabtu (4/11) saat ribuan orang berbaris untuk memperingati ulang tahun perebutan kedutaan AS di tahun 1979. Dengan seorang pejabat senior mengatakan bahwa Donald Trump adalah sosok orang gila yang mengubah AS dan negara-negara lain mengarah ke dalam tindakan “bunuh diri “.

“Semua pemerintah memastikan bahwa presiden Amerika adalah orang gila yang membawa orang lain ke arah tindakan bunuh diri,” kata Ali Shamkhani, seorang sekretaris dewan keamanan nasional tertinggi, kepada sebuah demonstrasi di Teheran, seperti yang dilaporkan oleh media pemerintah.

“Kebijakan Trump terhadap rakyat Iran telah membawa mereka turun ke jalan-jalan hari ini,” tambahnya.

Shamkhani tidak mengidentifikasi pemerintah yang ada dalam pikirannya. Pihak lain dalam kesepakatan nuklir – Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman – telah menyuarakan kegelisahan atas penolakan Trump terhadapnya, karena khawatir hal itu bisa menimbulkan ketidakstabilan baru di Timur Tengah. Tapi orang-orang Eropa berbagi perhatian AS mengenai program rudal balistik Iran dan perilaku masyarakat yang “tidak stabil”.

Sejumlah orang melakukan demonstrasi di jalanan yang digelar tahunan untuk memperingati pengambilalihan kedutaan, sebuah peristiwa penting dalam revolusi Islam di Iran, muncul lebih tinggi daripada tahun-tahun belakangan ini ketika pendahulu Trump, Barack Obama masih memimpin Amerika Serikat.

Bulan lalu, Trump mematahkan kesepakatan dengan menolak untuk mengesahkan kembali kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir tahun 2015 dengan kekuatan dunia, yang dicapai selama masa jabatan Obama. Berdasarkan kesepakatan itu, sebagian besar sanksi internasional dicabut dengan imbalan Teheran yang membatasi aktivitas nuklirnya yang tampaknya seperti melakukan pengembangan bom atom.

Iran telah menegaskan kembali komitmennya terhadap kesepakatan tersebut dan inspektur PBB telah memverifikasi Teheran mematuhi persyaratannya, namun pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah mengancam untuk “menghancurkan” pakta tersebut jika AS menarik keluar. Pejabat senior Iran telah berulang kali mengatakan bahwa program rudal tersebut semata-mata bersifat defensif dan tidak dapat dinegosiasikan.

Sebagai tanda pembangkangan, sebuah rudal balistik Ghadr dengan jarak 1.240 mil dipamerkan di dekat bekas kedutaan AS di Teheran, yang sekarang menjadi pusat kebudayaan, dalam demonstrasi jalanan hari Sabtu (4/11),seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.

About The Author

Reply