Kabar Internasional – Trump Meragukan Kapabilitas dari Hakim Federal Melalui Cuitan Seram

 

Donald Trump selaku Presiden Amerika Serikat telah mengkritik keputusan dari hakim federal yang telah menangguhkan larangan eksekutif dari imigran yang berasal dari tujuh negara muslim menuju Amerika Serikat. Kritikan yang telah dikeluarkan oleh Trump itu, telah dituangkan pada akun Twitter yang dinilai sebagai upaya delegitimasi institusi dalam hukum.

Pada Sabtu pagi 4/2/2017 waktu Amerika Serikat, Trump telah membuat cuitan pada akun pribadinya.

Mantan Jaksa Amerika Serikat, Deam Obeidallah pada opininya telah menyebutkan bahwa kicauan yang telah dibuat oleh Trump, merupakan kicauan yang paling menakutkan dari sekian ciutan yang pernah dibuatnya. Pasalnya, pada ucapan Trump terlihat jelas bahwasannya posisi Presiden yang telah meragukan kapabilitas hakim federal pada ranah public.

Padahal, Obeidallah telah menilai bahwa keputusan dari hakim federal merupakan harapan terakhir untuk bisa membatalkan perintah eksekutif dari Trump meski pun hanya sementara.

Obeidallah pun melanjutkan bahwa Trump telah mendiskreditkan pihak yang telah berlaku kritik kepada dirinya, dan itu bukanlah sebuah hal yang baru. Trump pun menyebutkan bahwa media yang telah mengkritisinya berasal dari partai oposisi serta suka memberikan tentang berita palsu.

Terakhir kali, Trump pun telah menuduh CIA, selaku badan intelijen Amerika Serikat telah bertindak ibarat Nazi setelah diduga sudah membocorkan dugaan peretasan pada pemilu Amerika Serikat yang telah dilakukan oleh pihak Rusia kepada public.

“Saya pun merasa bahwa hal itu begitu memalukan. Sungguh memalukan apabila badan intelijen telah membocorkan informasi yang begitu palsu dan salah,” jelas Trump.

Sebelumnya, James Robart selaku Hakim Federal yang berasal dari Washington, telah menangguhkan perintah eksekutif  dari Trump yang telah menghentikan sementara penerimaan imigran serta pemberian visa pada warga yang berasal dari tujuh negara yang mayoritas penduduknya beragama Muslim.

Robart pun menyebutkan bahwa penangguhan itu berlaku efektif pada Jum’at 3/2/2017 waktu setempat. Keputusan tersebut telah mendapatkan sambutan dari sejumlah kalangan, mulai dari Gubernur Washington hingga Jaksa Agung Amerika Serikat.

Obeidallah pun khawatir bahwa penegakan hukum di Amerika Serikat pun bisa saja diabaikan dengan begitu saja oleh Donald Trump. Hal itu mungkin saja dilakukan oleh Trump dengan cara memanfaatan loyalitas dari para pendukungnya.

Be Sociable, Share!