Kabar Internasional – Trump Sebutkan Eks Bos FBI sebagai Pengecut Terkait Penyelidikan Rusia

Donald Trump yang merupakan Presiden Amerika Serikat telah menganggap apabila Eks Bos FBI, James Comey merupakan seorang pengecut, sebab telah membocorkan isi dari pertemuan pribadi mereka pada kesaksiannya pada sidang Senat.

“Saya pun menyakini apabila pembocoran dari James Comey itu lebih dari apa yang sudah dipikirkan selama ini oleh orang lain. Benar – benar illegal? Begitu pengecut!,” Tweet Trump pada akun Twitter miliknya pada Senin 12/6/2017.

Comey memang sudah membocorkan hasil pertemuannya itu pada sidang yang telah digelar dalam bagian atas penyelidikan besar – besaran terkait adanya dugaan campur tangan oleh Rusia pada pemilihan umum Amerika Serikat pada November tahun lalu guna memenangkan Donald Trump.

Pada dokumen yang telah tersebar sesaat sebelum dirinya memberikan kesaksian pada sidang komite Intelijen Senat pada hari Kamis 8/6/2017, Comey telah mengaku apabila dirinya sudah didesak oleh Trump guna menghentikan penyelidikan komunikasi illegal dari Michael Flynn yang meruupakan eks Penasihat Keamanan Nasional bersama Rusia pada masa kampanye pemilihan umum tahun 2016.

Pada dokumen tersebut, Comey telah mengatakan apabila Trump juga sempat menuntut akan janji kesetiaan kepada dirinya pada sebuah pertemuan yang terjadi pada tanggal 27 Januari yang lalu atau hanya sepekan sesudah sang presiden telah resmi dilantik.

Pada sumpahnya dalam ruang sidang, bahkan Comey telah menganggap Trump itu sebagai orang yang tidak bisa dipercaya serta pembohong. Comey juga menuturkan apabila dokumen itu disebarkan pada public atas bantuan dari salah seorang teman yang belakangan telah diketahui sebagai salah seorang professor di jurusan hukum pada Universitas Columbia.

Dirinya pun berharap atas bocoran dokumen tersebut pad media, akan mampu mendorong pemerintah untuk bisa menunjuk penasihat khusus agar menyelidiki dengan tuntas atas kasus keterlibatan Rusia pada Pemilu Amerika Serikat.

Menanggapi atas hal itu, pimpinan dari komite inteijen Senat pun menanyakan terkait ada tidaknya rekaman dari percakapan Trump dan Comey itu. Apabila memang benar ada, Senat pun akan meminta Comey untuk bersedia menyerahkan rekaman itu pada Komite 23 Juni yang akan datang.

About The Author