Kabar Internasional – Turki Peringatkan Tentara Suriah Jika Bantu YPG Kurdi di Afrin

Turki memperingatkan pada hari Senin (19/2) bahwa pihaknya akan menghadapi pasukan pemerintah Suriah. Hal ini terjadi jika mereka memasuki wilayah Afrika barat laut Suriah untuk membantu milisi YPG Kurdi mengusir serangan Turki.

Turki memulai operasi Afrin dengan pemberontak Suriah bulan lalu melawan YPG, yang oleh Ankara dilihat sebagai ancaman di sepanjang perbatasannya dengan hubungan dengan pemberontakan PKK Kurdi di rumah. Serangan Ankara telah semakin mengacaukan matriks persaingan dan aliansi di Suriah utara di antara pasukan Kurdi, pemerintah Suriah, faksi pemberontak, Turki, Iran, Amerika Serikat dan Rusia.

Komentar hari Senin (19/2) oleh presiden Turki dan dua menterinya datang setelah seorang pejabat senior Kurdi mengatakan pada hari Ahad (18/2) bahwa sebuah kesepakatan telah diserang agar tentara Suriah segera berangkat ke Afrin untuk membantu memerangi serangan tersebut. Namun juru bicara YPG Nouri Mahmoud membantah pada hari Senin bahwa telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah Damaskus.

Media pemerintah Suriah mengatakan pada pagi hari bahwa milisi pro-pemerintah akan memasuki Afrin “dalam beberapa jam” tapi menjelang matahari terbenam tidak ada tanda-tanda akan adanya penyebaran di sana. Turki juga mengatakan laporan bahwa pasukan Suriah memasuki wilayah tersebut “tidak benar”.

“Jika (tentara Suriah) datang untuk membela YPG, maka tidak ada yang bisa menghentikan tentara Turki,” kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di Yordania. Turki tidak akan memiliki masalah dengan pasukan Suriah memasuki Afrin jika mereka melakukannya untuk “membersihkan” pesawat tempur Kurdi, tambahnya.

Presiden Tayyip Erdogan kemudian mengatakan dalam sebuah pembicaraan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa Damaskus akan menghadapi konsekuensi jika membuat kesepakatan dengan YPG dan mengatakan operasi Afrin akan berlanjut, CNN Turk melaporkan. Tidak ada komentar langsung dari militer Suriah atau dari Moskow. Erdogan juga berbicara dengan Presiden Iran Hassan Rouhani tentang perkembangan di Suriah Idlib dan Afrin, kata seorang sumber Turki.

Badran Jia Kurd, seorang penasihat pemerintahan otonomi yang dipimpin Kurdi di Suriah utara, mengatakan pada hari Minggu (18/2) bahwa ada pemahaman militer antara pasukan Damaskus dan Kurdi untuk tentara Suriah untuk memasuki Afrin. Tapi dia menambahkan bahwa hal itu menghadapi oposisi yang bisa menggagalkannya.

About The Author

Reply