Kabar Internasional – Vietnam Sudah Mulai Mengeruk Laut China Selatan

 

Vietnam telah dilaporkan sudah memulai sebuah operasi pengerukkan pada Laut China Selatan pada kawasan yang memang disengketakan oleh pihak China dan juga Taiwan. Kegiatan yang ada di  Ladd Reef di Kepulauan Spratly telah terpantau dari beberapa citra satelit yang telah ditangkap oleh sebuah perusahaan Planet Labs di bulan 30 November silam.

Di dalam citra itu, sudah terlihat ada beberapa kapal melintasi pad atengah kanal yang emmang baru dibangun diantara laguna itu dan juga laut lepas. Tujuan aktivitas itu belum dapat diketahui. Tapi, para analis juga telah mengatakan bahwasannya operasi pengerukkan seperti itu biasanya menjadi awal dari adanya kontruksi yang memang lebih luas dari karnag yang lainnya.

Tapi, ada seorang analis intelejen kelautan yaitu Trevor Hollingsbee telah mengatakan bahwasannya pengeluaran itu ada kemungkinan telah dilakukan dari pihak Taiwan untuk bsia meningkatkan pertahanan  dari ancaman China.

“Pada situasi saat ini, kami bisa melihat ketidakpercayaan strategis dari Vietnam dan juga merekapun akan terus meningkat pertahanannya. Ereka telah melakukan apapun guna menutupi kerentanan & pos terdepan  yang ada di Ladd Reef memang terllihat rentan,” jelasnya.

Greg Poling seorang ahli Laut China selatan yang berasal dari Pusat Studi Strategi Internasional telah mengatakan bahwasannya tujuan dari pengerukkan itud apat menjadi hanyalah sesederhana guna membuka sebuah akses pasokan untuk kapal dan perahu nelayan.

Tapi, secara teori Laddbisa menjadi benteng pertahanan dari Vietna untuk bsia mempertahankan wislayah mereka yang ada di kepulauan Spratly. “Vietnam mengetahui bahwa mereka tak bisa meawan China namun mereka menginginkan bisa meningkatkan kemampuan mereka guna terus memantau China,” jelas Poling seperti yang sudah dikutip dalam Reuters pada hari Sabtu, 10/12/2016.

Dibulan Agustus silam dari Reuters telah melaporkan bahwasannya Vietnam sudah memberikan benteng pada beberapa pulau dengan adanya pelontar rudal artileri yang bisa menyerang di wilayah China pada Laut China selatan.

Selama itu, Hanoi sangat khawatir atas peningkatan ativitas para militer China pada 21 wilayah di Vietnam di Spartly. China telah memulai klaim dari kepemilikannya pada wilayah  pada Kepulauan Spratly  setelah adanya perang dengan pihak angkatan laut Vietnam di tahun 1988. Vietnam telah mengatakan 64 tentara itu tewas disaat mencoba melindungi bendera negara Vietnam di Siuth Johnson di dalam perang itu.

Be Sociable, Share!