Kabar Internasional – Viral di Media Sosial, Kemlu Telisik Penyiksaan TKI di Arab Saudi

Lalu Muhammad Iqbal selaku Direktur Perlindungan WNI serta Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, telah mengatakan sudah menginstruksikan timnya yang berada di Konsulat Jendral Republik Indonesia yang ada di Jeddah, guna menelusuri keberadaan serta kebenaran dari kabar salah soerang tenaga kerja Indonesia yang sudah disiksa oleh majikannya pada Kota Thaif. TKI itu dilaporkan bernama Nenih Rusmiyati yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat.

Pada beberapa waktu terakhir ini, foto Nenih dengan wajah yang bengkak dan memar memang tersebat pada media sosial Faceboook serta menggemparkan jagad dunia maya.

“Kami telah meminta KJRI guna menggerakkan satuan tugasnya untuk memberikan perlindungan terhadap WNI yang berada di kota Thaif. Petugas tersebut ditugaskan untuk menelusuri keberadaan Nenih denga melalui aparat kepolisin setempat atau pun dari WNI yang berada di sana,” ungkap Lalu ketika dikonfirmasi pada Senin 14/8/2017.

Kabar Nenih mendadak viral di Facebook karena sejumlah akun telah menyebarkan gambar yang berisikan permintaan tolong guna meneruskan informasi dari perempuan yang berasal dari Sukabumi tersebut pada KBRI yang berada di Riyadh.

Pada postingan tersebut, dilengkapi pula dengan informasi nama dari majikan Nenih beserta nomor telepon orang yang sudah mengambil gambar perempuan malang itu.

“KJRI Jeddah pun telah mencoba menghubungi nomor telepon yang ada pada foto tersebut. Namun ternyata nomor itu merupakan milik dari salah seorang wanita di Arab Saudi serta tidak bersedia untuk disebutkan namanya serta bukan majikan dari Nenih,” jelas Iqbal.

Dirinya pun menjelaskan berdasarkan hasil komunikasi dengan KJRI Jeddah, perempuan tersebut sudah pernah bertemu dengan Nenih sekitar 6 bulan yang lalu. Menurut wanita tersebut, foto yang telah tersebut pada media sosial tersebut, telah menggambarkan kondisi Nenih ketika terakhir kali bertemu dengan dirinya.

Perempuan Arab itu mengaku juga sempat menghubungi pihak keluar Nenih yang ada di Indonesia sebagai salah satu bentuk bantuannya.

“Sehingga, foto yang telah tersebar itu merupakan foto lama saat perempuan Arab tersebut menemukan Nenih. Dirinya pun sempat menghubungi saudara Nenih yang berada di Indonesia,” ujar Iqbal.

“Minimnya data keberangkatan Nenih menuju Arab Saudi, membuat KJRI kesulitan untuk bisa melakukan penelusuran,” imbuhnya.

About The Author