Kabar Internasional – Warga Miskin Jeman Akan Menikmati Jasa PSK Gratis

 

Dalam waktu dekat ini, pemerintah Jerman akan segera memberikan jaminana bebas baiaya untuk warga miskin maupun pria yang menginginkan mendapatkan bantuan seksual dari PSK. Meski pun demikian, kebijakan tersebut masih belum resmi diberikan oleh negara, melainkan hanyalah usulan yang datang dari Partai Hijau di Jerman.

Elisabeth Scharfenberg selaku juru bicara partai telah mengungkapkan bahwa para dokter seharusnya mempunyai hak untuk bisa memberikan pengobatan pada pasien mereka juga kepada kupu – kupu malam. untuk mereka yang menginginkan atas kebijakan ini, maka harus membuktikan akan ketidakmampuannya.

“Saya pun telah membayangkan pembiayaan public yang ditujukan untuk bantuan seksual,” ungkap Elisabeth pada sebuah artikel di koran lokal, Wel am Sonntag, pada Senin 9/1/2017.

Hal itu tentu berbeda dengan yang ada di Indonesia serta sejumlah negara yang lain, dimana telah menganggap bahwa penjaja seks komersil merupakan sebuah pekerjaan yang tabu. Namun, ini memang berbeda karena prostitusi di Jerman sudah menjadi pekerjaan yang legal. Ada banyak rumah – rumah border yang telah berdiri hampir di setiap sudut kota. Dan trend yang baru saja muncul ialah para PSK telah menawarkan bantuan seksual untuk penderita demensia, orang cacat serta orang – orang yang telah tinggal pada rumah perawatan.

Ada pun pelayanan yang akan diberikan pun beraneka ragam, dari sentuhan sayang, fetisisme, bondage serta seks secara penuh. Tetapi, tak ada aturan untuk klien membayar klaim biaya atas kunjungan dari PSK tersebut, dalam pembiayaan medis.

Karena dasar itulah, Partai Hijau pun menginginkan untuk membuat sebuah aturan baru bilamana pengguna jasa tak mampu untuk membayar PSK, maka merka pun bisa menikmati bantuan seksual. Partai Hijau telah terinspirasi dari Belanda, dimana Negeri Kincir Air tersebut telah memberikan asuransi untuk perlindungan bagi semua PSK.

“Seharusnya semua kota sudah mulai untuk mendiskusikan penawaran yang sesuai pada situ serta hibah apa yang diperlukan,” imbuh Elisabeth.

Tetapi tentu saja, selalu ada pro dan kontra meski pun ini hanyalah sebuah usulah. Entah nanti mau dijadikan peraturan yang sebenarnya atau tidak, namun usulan ini telah mendatangkan beragam tanggapan dari banyak pihak. Lantas, bagaimanakah dengan Anda? Setuju atau tidak?

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author