Kabar Internasional – Yaman juga Memutus Hubungan dengan Qatar

Pemerintah Yaman yang telah diakui oleh internasional, juga memutuskan hubungan dengan Qatar. Hal itu dilakukan sebab Qatar telah bekerjasama bersama musuh – musuhnya pada gerakan Houthi yang telah berafiliasi bersama Iran.

“Praktik Qatar telah berhubungan bersama militia kudeta atau Houthi serta mendukung kelok ekstrimis, hal itu semakin jelas,” ungkap pemerintah Yaman pada pernyataannya di kantor berita Saba, sebagaimana yang telah dikutip dari Reuters pada Senin 5/6/2017.

Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab serta Arab Saudi sudah terlebih dahulu memutuskan hubungan dengan Qatar. Itu karena negara tersebut telah mendukung teroris, seperti A – Qaeda, iSIS serta  Ikhwanul Muslimin, gerakan Islam tertua yang ada di dunia.

Bahkan, keempat negara Teluk tersebut telah mengumumkan untuk menutup jalur transportasi bersama Qatar serta memberikan waktu untuk warga negara itu, pulang ke tanah airnya pada waktu dua pekan. Qatar pun dikeluarkan dari koalisi yang sudah dipimpin oleh Arab Saudi pada peran di Yaman.

Langkah yang lebih keras dibandingkan dengan perselisihan dalam waktu 8 bulan, sempat terjadi di tahun 2014 silam. Pada waktu itu Bahrain, Uni Emirat Arab serta Arab Saudi telah menarik duta besar dari Kota Doha. Hubungan transportasi tersebut masih dipertahankan serta warga Qatar tak diusir.

Pada pernyataan yang sama, ternyata pemerintah Yaman pun menyatakan dukungannya atas keputusan untuk segera mengeluarkan Qatar pada koalisi Arab Saudi dan sudah bertempur untuk mengusir Houthi dari Sanaa dalam kurun waktu 2 tahun.

Sedangkan pemerintah Qatar telah mengaku sedang dihadapkan pada sebuah kampanye kebohongan. “Ada kampanye penghasuitan ini telah didasari pada kebohongan serta mencapai tingkat rekayasa yang penuh”.

Atas langkah yang sudah terkoordinasikan ini, permasalahan terkait dukungan Qatar pada Ikhwanul Muslimin pun semakin keruh. Doha bahkan juga semakin dituding sudah mendukung agenda Iran, dimana Iran merupakan rivaI utama kawasan.

Tetapi Qatar telah menyatakan masih tetap berkomitmen dalam Dewan Kerjasama Teluk serta menghormati kedaulatan dari negara lain dan juga tak ikut campur pada urusan dari negara itu.

About The Author