Kabar International – Detik-detik Terakhir Pengungsi Calais di Rimba

 

Kehidupan kamp yang ada di penampungan sementara untuk para imigran di Calais tidak serta merta padam, karena proses pembongkaran ribuan tenda yang sudah dilakukan oleh aparat Perancis sudah dimulai sejak awal pekan itu.

Di tengah banyaknya imimgran yang sudahterlihat berkemas dan juga mengumpulkan barang bawaan sejak dari hari Seninkemarin,banyak kedai dan juga pertokoan telah memanfaatkan saat terakhir itu untuk bisa menjual barang dagangannya.

Ada seorang imigran yang berasal dari Afganistan yaitu Jaan Sina tidak menghiraukan berapa dinginnya cuaca Calais pada saat itu dengan tetap menjajakan beberapa berang dagangannya. Dengan menggunakan syal abu-abu untuk bisa menghangatkan kepalanya. Sina juga masih membidik pelanggan yang terakhir yang menginginkan membeli beberapa barangnya.

Seorang pria yang berusia 26 tahun tersebut  telah menjual macam-macam barang diantaranya alat makan dari plastic, baterai telepon, payung dan juga berbagai barang yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari yang ada di kamp Calais.

Sina juga memutuskan segera pergi setelah barangnya sudah terjual habis. Maka dari itu dia telah membanting harga dagangannya untuk bisa menarik para pembeli. “Sepatu ini dijual dengan harga 17 euro atau setara dengan 241ribu rupiah, pada hari ini saya hanya memberikan harga 10 euri atau 142ribu rupiah saja untuk kamu!” jelas Sina sambil menjual sepasang sepatu yang sudah dia pegang, seperti yang sudah dikutip dari independent pada hari Rabu, 26/10/2016.

Sama seperti adanya pengungsi lainnya yang ada di rimba, Sina juga merasa berat jika meninggalkan kamp yang sudah dia tempati bersama dengan para pengungsi lainnya. dia telah mengakui merasa resah karena akan berpisah dari beberapa komunitas yang sudah dia bangun disana.

Seperti 2 tahun terakhir ini para pengungsi yang berdatangan di Perancis tinggal yang ada di Kamp penampungan itu.mereka yang berasal dari banyak wilayah konflik mimsalnya saja ada dari Eritrea, Afganistan, Suriah dan Sudan yang sangat berharap bisa masuk di Negara Inggris.

Di hari pertama sudah dimulai danya evakuasi kamp ada sebagian besar toko dan juga restoran yang dulunya ramai pengunjung saat ini sudah tutup. Kedai Khyber Pass bukannya hanya satu-satunya diantara toko lainnya yang sudah tutup. Dari kedai itu masih saja mencoba untuk mencari sebuah keuntungan yaitu dengan menjual minuman dan akanan diakhir-akhir pembongkaran kamp.kedai tersebut ternyata masih saja didatangi banyak pengunjung walaupun sudah semakin dekat dengan proses evakuasi kamp.

Be Sociable, Share!