Kabar Jakarta – Ahok Melakukan Penertiban Warga Pulo Sudah Sesuai Aturan

Basuki Tjahaja Purnama, Gubernur DKI Jakarta yang sudah di sapa dengan nama julukan Ahok memberikan suatu keyakinan kalau semua cara yang sudah di lakukannya dalam menertibkan kawasan dari Kampung Pulo ini sesuai dengan cara atau aturan yang berlaku. Sebelum melakukan penggusuran pemukiman warga, seperti keterangan darinya, dari Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan adanya rumah susun sederhana yang sudah sering untuk di sebut menjadi Rusunawa terlebih dahulu untuk mereka semua.

Hal tersebut yang juga selalu di pesankan dari mantan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Joko Widodo disebutkan kepada beliau Basuki Tjahaja Purnama. Jokowi menyebutkan kalau selama belum ada rusun jangan sampai dari para warga di tempat kumuh tersebut di usir.

“Pesan dari bapak joko widodo sebelumnya, kalau memang DKI belum ada rusunnya, jangan dorong mereka dahulu,” terang dari Ahok yang sudah di temui berada di dalam Balai Kota untuk hari ini, Jumat (21/8/15).

Untuk saat ini dari pemeritahan Provinsi DKI Jakarta yang memang sudah menyediakan rusunawa kepada para warga Kampung Pulo maka dari itu tidak ada suatu alasan lagi untuk DKI agar menunda-nunda melakukan penertiban. Dari penertiban tersebut sudah di lakukan hanya untuk menormalisasikan aliran Kali Ciliwung yang rawan akan terjadinya banjir.

Rusunawa Jatinegara Barat mempunyai suatu kapasitas sebanyak 520 unit. Adapun dari sebanyak 437 kepala keluarga sudah bersedia untuk bisa direlokasi berada di sana dan 315 KK memang sudah mengambil kunci unit rusun tersebut.

“Jika memang ada yang telah terlambat daftar dan tidak cukup dalam menempati rusunnya, kami mohon maaf, Anda harus mencari rusunawa berada di Pulogebang atau dari rusun yang lainnya. Karena memang tidak ada pilihan lagi yang lain,” terang dari Basuki Tjahaja Purnama.

Dari Pemprov DKI sendiri tidak mempunyai suatu hak memberikan dana kerahiman ataupun ganti rugi kepada warga Kampung Pulo.

About The Author