Kabar Jemaah Haji – Terjadinya Insiden Mina Bukan Jalur Jemaah Haji Indonesia

Beberapa waktu lalu ada berita insiden lagi terdengar berasal dari Mina, Arab Saudi. Dimana para jemaah haji yang telah melaksanakan ibadah rukun Islam yang kelima  pada hari ini mendapatkan insiden yang sangat mengenaskan. Di saat dari mereka untuk melaksanakan lempar jumroh, banyak dari jemaah haji yang saling berdesakan hingga pada akhirnya menelan banyak korban jiwa. Tidaklah sedikit yang menjadi korban dari saling berdesakannya para jemaah hingga banyak para jemaah haji di injak-injak, kabar terbaru menyebutkan kalau korban tewas karena tragedi atau insiden Mina ini bisa mencapai 453 orang. Adapun 700 an lebih jemaah saat ini masih mengalami luka-luka.

Hal ini langsung membuat dari juru bicara Kementrian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir memberikan keterangan penting dan dinantikan banyak orang di Indonesia. Adapun insiden saling injak-injakan berada di dalam tragedi Mina ini terdapat berada di jalan 204 Mina. Jalur tersebut bukan dari jalur atau jalan yang di lewati para jemaah haji berasal dari Indonesia yang menuju tempat pelemparan jumroh.

“Sampai saat ini sudah di cek ke rumah sakit dan tempat medis di Mina, dan sampai saat ini masih belum bisa di temukan adanya warnga negara Indonesia yang menjadi korban di sana,” terang dai Arrmanatha disebutkan berada di dalam siaran pers yang sudah disebutkan kepada wartawan untuk hari ini, Kamis petang (24/9/15).

Arrmanatha yang memberikan ketegasan lagi kalau dari konsulat Jenderal Republik Indonesia berada di Jedaah dan juga dari KUAI Riyadh saat ini masih berada di dalam lokasi dan akan melakukan proses pengecekan lebih lanjut berada di beberapa rumah sakit dan juga tempat medis tempat para jemaah di rawat di Mina. Mereka nantinya akan menelusuri, ada tidaknya keberadaan para jemaah haji berasal dari Indonesia yang telah menjadi korban.

Seperti keterangan dari dirinya, kejadian yang sudah terjadi berada di jalan menuju ke tempat lempar Jumroh ini berada di antara tenda di Mina, disebabkan saling berdesak-desakan.

About The Author