Kabar Keluarga – Kuliah Tinggi-tinggi Akhirnya di Dapur dan Ngurus Anak Juga

 

Pada zaman maju seperti hal ini, memang masih saja yang beranggapan perempuan itu tak seharusnya menjalani sekolah tinggi. Tapi, dalam artikel ini akan membuktikkan bahwsannya pilihan itu sudah tepat. Kisah nyata itu merupakan sebuah cerita yang telah diikutsertakan di dalam sebuah lomba menulis.

Saya terlahir di salah satu desa kecil. disaat memutuskan memilih menjadi seorang wanita karir, sayapun tak sepenuhnya mendapatkan sebuah tanggapan yang positif dari orang-orang sekitar. Dan bahkan disaat saya memilih untuk melanjutkan kuliah pada salah satu perguruan tinggi, dengan banyak cuit-cuitan yang tak sedap yang memang sering sampai ke telinga keluarga saya. “Buat apa anak permpuan disekolahin tinggi-tinggi? Nantinya juga akan menjadi istri orang dan pada akhirnya menjadi seorang ibu rumah tangga. Seharusnya uang digunakan untuk sewa rumah saja”.

Apapun yang dikatakan orang, saya membulatkan tekad untuk bisa tetap sekolah. Dengan keadaan ekonomi keluarga yang tak terlalu baik, dengan biaya kuliah dan juga biaya hidup saat di kota yang memang serba mahal akan membuat saya akan menjadi lebih bertanggungjawab akan kuliah itu.

Banyak sekali penyesuaian yang memang harus saya lakukan. Disaat teman-teman yang lainnya misalnya traveling, nongkrong, nonton. Saya pun hanya belajar dan belajar. Karena saya harus menahan diri, saya sampai dijuluki sebagai anak cupu aneh, itu memang saya anggap sebagai sebuah lelucon saja. Yaa memang mau bagaimana lagi, dapat bayar kuliah dan juga tempat kos itu sudah sangat bersyukur sekali.

Karena memang fokus dengan  kuliah dan juga semangat agar bisa membahagiakan orang tua yaitu dengan hasil kerja sendiri, jadi membuat saya ta tahu yang namanya paacaran itu. jadi, jujur saja saya memang belum pernah yang namanya jatuh cinta. Cukup dengan berteman dan menjalin persahabatan itu sudah cukup. Karena saya sangat yakin Tuhan akan menyiapkan jodoh yang terbaik disaat yang tepat nantinya.

Setelah lulus kuliah sayapun bekerja di perusahaan manufaktur. Wakaupun bukan sebuah perusahaan yang besar namun, saya senang karena sesuai dengan yang saya minati, selain itu mendapatkan banyak sekali ilmu daripara senior.

Namun, kata-kata “Halah kenapa sekolah tinggi-tinggi, kerjaannya juga di pabrik dan gajinya pun juga sama dengan anak saya yang tidak sekolah.” Iya memang namanya juga masih freshgraduate. Tak apa saya pun sudah terbiasa dengan pembicaraan orang lain, dan menuruti omongan orang itu tak ada untungnya sama sekali.

Manusia hanya bisa berusaha, kita pun tidak tahu apa yang akan terjadi dengan masa depan. melakukan yang terbaik apalagi jika itu mencari ilmu,tidak ada salahnya karena ilmu akan terpakai selamanya. Dengan belajar di jenjang yang lebih tinggipun tak hanya ilmu akademik saja yang kita dapatkan, namun pengalaman dan sosial kita pun akan menjadi salah satu pintu menuju kesuksesan nantinya. Selalu libatkan Tuhan di setiap Prosesnya.

Be Sociable, Share!