Kabar Keluarga – Prinsip Parenting dalam Membentuk Karakter Anak

Menjadi seorang orang tua memang bukan menjadi hal yang mudah. Adanya kekelliruan orang tua di dalam menerapkan pola asuh kepada si anak sampai akhirnya pola itu sudah tertanam di benaknya, maka sangat dikhawatirkan dampaknya dapat berlanjut untuk anak. Untuk itu, sangatlah penting bagi orang tua dengan mempelajari prinsip dasar ilmu parenting guna dapat mencetak karakter anak yang baik.

Anak itu bagaikan kertas yang putih kosong dan dapat ditlisan gagasan dan juga harapan sedemikian. Dari tulisan itu dapat membuat kertasnya indah atau bahkan seballiknya. Nah, maka dari itu tergantung dari pola asuh yang telah kamu terapkan kepada sang buah hati.

Prinsip pola asuh orang tua yang baik diterapkan kepada anak, seperti yang sudah dilansir dalam alodokter.com pada hari Kamis, 13/04/2017 :

  • Menjadi panutan yang baik bagi anak

Siapa sih yang tidak menginginkan anak yang baik, santu, jujur, penyayang, mandiri, rajin dan juga mempunyai sifat yang toleransi kepadasesuatunya. Setiap orang pun menginginkannya. jadi akan baik sebelum menginginkannya untuk si anak maka kamu harus menjalaninya dahulu.

Karena didalam ilmu psikologi anak itu meniru apa yang orang tuanya lakukan ataupun katakana. Jadi, agar bisa membangun karakternya secara positif jadi kamu harus bisa menerapkan hal yang baik juga di dalam kehidupan kamu bukan hanya saat di hadapan anak saja.

  • Jangan memanjakannya secara over

Sebagai orang tua, kamu pastinya menginginkan yang terbaik buat si anak demi kebahagiaan anak. Tapi, janganlah janganlah sampai kamu terlalu memanjakannya karena ingin bisa melihatnya senang. Karena faktanya tak semuanya yang diinginkan si anak dapat kamu turuti, khususnya jika itu merupakan sesuatu yang  memang dibuat-buat dan apalagi itu bukanlah hal yang penting.

  • Luangkan waktu denngan anak

Anak-anak tak mendapatkan perhatian dari orang tuanya dapat melakukan suatu tindakan yang tak baik ataupun berkelakuan buruk. Hal itu dilakukan agar anak bisa mendapatkan perhatian dari orang tuanya. Jadi, sesibuk apapun orang tua mak akan baik selalu meluangkan waktu dengan terlibat dengan mereka. Libatkanlah kamu dari segi fisik ataupun juga mentalnya.

Ingatlah, melibatkan diri di dalam kehidupannya itu bukan berarti kamu harus bersama mereka 24jam. Namun, di suatu moment tertentu misanya datang di acara tertentu bersama anak, atau sarapan bersama, berbincang mengenai aktivitas dia seharian sebelum beranjak tidur akan sangat membantunya dalam memperoleh kasih sayang.

About The Author