Kabar Kelud – Petir Letusan Gunung Kelud Dalam Ilmiah

 

Bisa di lihat dari foto, seperti dari sambaran kilat yang sangat besar telah di abadikan lewat dari foto  Gunung Kelud yang sudah meletus pada hari Kamis malam, (!3/2/14) lalu. Seperti dari penjelasan Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia yang bernama Rovicki Dwi Putrohari. Dirinya mengatakan kalau hal semacam tersebut memang bisa terjadi pada saat terjadinya dari gunung api yang sedang meletus.

Dirinya menjelasakan kalau petir tersebut akan bisa terjadi pada saat dari Gunung Kelud meletis karena dari gaya elektrostatik, yaitu sebuah daya tarik menarik antara dari muatan negative electron dan muatan positif inti atom. Dari gejala ini memang sudah lama di kenal dan salah satu gejala yang paling di jumpai adalah terbentuknya halilintar atau petir.

“Petir yang di ketahui adalah gejala elektrostatik, gejala ini di kenal juga dengan fenomena petir dan hal tersebut bisa terjadi dari bertemunya electron yang mempunyai muatan negative sehingga electron ini akan bisa menempati sesuai dengan kelompoknya. Muatan yang berbeda akan bisa saling tarik-menarik dan ada juga muatan yang sejenis yang pastinya bisa tolak menolak,” ujar dari Rovicki yang sudah di sebutkan dalam blognya.

Dari salah satu cara untuk bisa untuk membuat salah satu benda yang bermuatan listrik statis adalah dengan menggesekan dua benta yang mempunyai sifat konduktif (bukan dari logam) dengan cara searah. Ini yang di masukkan agar nantinya bisa terjadi polarisasi yang terjadi sekitar dari letusan gunung api itu.

“Ini yang menjadi pergeseran atau dari gesekan yang ada dari material dari lubang semburan Material seperti pasir, bersamaan dengan kerikil dan debu ini saling bergesekan dengan dinding pada saat keluar dari dalam tanah sana. Artinya  terjadi adanya suatu gesekan juga dengan dinding di saat keluar dari dalam tanah itu. Bisa di artikan terjadi gesekan searah berasal dari bawah untuk menuju ke atas,” terangnya.

No related content found.

Be Sociable, Share!