Kabar Kesehatan – Alasan Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Berdiki Ketika di Angkutan Umum

 

Belum lama ini, telah beredar screenshots ataupun foto tulisan pada media sosial dan telah mengundang banyak perhatian dari netizen. Salah seorang wanita yang bernama Shafira Nabila Cahyaningtyas sudah menuliskan akan pengalamannya naik KRL atau kereta rangkaian listrik. pada tulisannya itu, dirinya telah mengungkapkan bahwa dia merasa kesal pada ibu hamil yang memang selalu memperoleh prioritas tempat duduk ketika berada di kereta.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga mengungkapkan apabila dirinya terpaksa telah memberikan tempat duduknya untuk ibu hamil. Dirinya telah beranggapan bahwasannya penyandang disabilitas dan orang tua itu lebih layak untuk diberikan tempat duduk dibandingkan dengan ibu hamil.

Di angkutan umum, dimana salah satunya KRL, memang sudah terdapat tulisan agar memberikan tempat duduk prioritas bagai penyandang disabilitas, orang tua, ibu – ibu yang membawa anak kecil serta ibu hamil.

Pada petugas pun rajin dalam mengingatkan para penumpang guna memberikan tempat duduknya untuk mereka yang memang lebih memerlukan. Perempuan ini rajin menaiki kereta dengan jurusan Bogor – Tanah Abang memang telah memberikan tempat duduk untuk ibu hami. Namun perlu untuk diketahui bahwasannya ibu hamil memang tidak dianjurkan berdiri ketika ada di angkutan umum.

Muhammad Dwi Priangga selaku Dokter Spesialis Kandungan telah menuturkan bahwasannya ada efek negatif ketika ibu hamil itu terlalu lama berdiri pada angkutan umum. Priangga juga menjelaswkan bahwasannya ibu hamil itu telah mengalami perubahan fisiologis. Hal itu merupakan salah satu bentuk respon atas pertumbuhan janin dan plasenta. Pada perubahan ini, meliputi pada system jantung serta kardiovaskuler jumlah dari plasma darah pun meningkat.

Imbuhnya, hal itu akan membuat kinerja jantung menjadi lebih berat untuk memompa darang, tekanan daran akan menurun guna memastikan aliran darah menuju janin atau pun plasenta bisa tetap terjaga dengan baik serta frekuensi nadi menjadi meningkat.

Priangga pun menuturkan, bila ibu halim tidak disarankan untuk berdiri dengan terlalu lama sebab ibu hamil kemungkinan mengalami hipotensi portural serta mudah lelah sehingga mungkin memincu sinkop maupun pingsan.  Ketika berdiri, maka darah pun akan fokus pada area kaki, padahal janin juga memerlukan aliran darah yang merupakan sumber oksigen serta zat gizi. Tentu saja hal itu mengganggu aliran darah ke janin. Dengan alasan itulah, ibu hamil lebih diprioritaskan untuk memperoleh tempat duduk ketika berada di angkutan umum.

Be Sociable, Share!