Kabar Kesehatan – Alkohol Lebih Berbahaya Bagi Otak Daripada Ganja

Dengan legalisasi ganja meningkat, semakin banyak penelitian yang mengeksplorasi potensi dan manfaatnya. Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa ketika menyangkut kesehatan otak, alkohol lebih merusak. Para ilmuwan melakukan peninjauan terhadap data pencitraan yang ada melihat efek alkohol dan ganja di otak. Temuan mereka terkait konsumsi alkohol dengan perubahan jangka panjang pada struktur materi putih dan materi abu-abu di otak. Pemimpin studi Rachel Thayer, dan rekan-rekannya baru-baru ini melaporkan hasilnya di jurnal Addiction.

Di AS ganja disahkan untuk tujuan pengobatan. Sebagai hasil dari perubahan undang-undang ini, para periset telah mencoba untuk mencari tahu lebih banyak tentang bagaimana ganja dapat bermanfaat bagi kesehatan dan juga kerusakan yang dapat ditimbulkannya. Tahun lalu, sebuah penelitian menghubungkan penggunaan ganja dengan resiko psikosis yang lebih besar pada remaja, sementara penelitian lain mengklaim bahwa ganja lebih buruk daripada rokok untuk kesehatan kardiovaskular.

Di sisi lain, para periset telah menemukan bahwa cannabinoids (senyawa aktif dalam ganja) dapat membantu mencegah migrain dan sebuah studi yang baru menghubungkan penggunaan ganja dengan dorongan seks yang meningkat.

Untuk studi terbaru ini, Thayer dan rekannya berusaha untuk belajar lebih banyak tentang bagaimana penggunaan ganja mempengaruhi otak. Rekan penulis studi Kent Hutchison, juga dari Department of Psychology and Neuroscience, mencatat bahwa sampai saat ini, penelitian yang telah menyelidiki asosiasi ini telah menghasilkan hasil yang beragam.

Dengan tujuan untuk menutup kesenjangan pada inkonsistensi ini, para peneliti melakukan analisis baru terhadap data pencitraan otak yang ada. Mereka melihat bagaimana penggunaan ganja mempengaruhi materi putih dan materi abu-abu di otak, dan bagaimana pengaruhnya dibandingkan dengan alkohol.

Materi abu-abu adalah jaringan di permukaan otak yang utamanya terdiri dari sel-sel syaraf. Materi putih adalah jaringan otak lebih dalam yang mengandung serat saraf mielin, yang merupakan cabang yang menonjol dari sel saraf yang mentransmisikan impuls listrik ke sel dan jaringan lain. Tim mencatat bahwa pengurangan ukuran materi putih atau abu-abu dapat menyebabkan gangguan fungsi otak.

Penelitian tersebut melibatkan gambaran otak 853 orang dewasa yang berusia antara 18 dan 55 tahun dan 439 remaja berusia antara 14 dan 18 tahun. Semua peserta bervariasi dalam penggunaan alkohol dan ganja. Para periset menemukan bahwa penggunaan alkohol (terutama pada orang dewasa yang telah minum bertahun-tahun) dikaitkan dengan pengurangan volume materi abu-abu, serta pengurangan integritas materi putih.

Penggunaan ganja tampaknya tidak berdampak pada struktur materi abu-abu atau putih baik pada remaja atau orang dewasa. Berdasarkan temuan ini, para periset percaya bahwa minum alkohol cenderung jauh lebih berbahaya bagi kesehatan otak daripada menggunakan ganja.

About The Author

Reply