Kabar Kesehatan – Anak Gemuk Harus Bisa Diperhatikan

 

Memang tidak bisa untuk di pungkiri lagi berada di era modern seperti saat ini telah terjadi adanya globalisasi gaya hidup tidak sehat. Salah satu bukti nyata adalah semakin meningkatnya penyakit yang tidak menular atau degenerative.

Seperti anggapan seorang yang berasal dari Nutrition and Health Education Executive, Mochamad Aldis Ruslialdi, SKM telah memberikan ungkapan bahwa kalau semua itu telah di sebabkan karena  gaya hidup dari tiap individu sendir. Seperti anggapan dari Aldis, salah satu dampak dari gaya yang tidak sehat tersebut bisa seperti obesitas, menjadi suatu resiko banyaknya penyakit degenerative.

“Berada di Indonesia berdasarkan dari data Riskesdas di tahun 2010, di ketahui sekiranya adalah 27,1 persen orang yang mendapatkan obesitas atau di namakan dengan body mass indeks (BMI)-nya di atas 27,” ujar darinya memberikan keterangan berada di acara “Let’s Get Into Shape in 10 Minutes” di Atrium Kota Kasablanca, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Aldis sendiri menjelaskan kalau BMI adalah salah satu cara mengerti apakah dari seseorang tersebut mendapatkan kelebihan berat badan atau di namakan dengan obesitas. Hal ini yang sangat mengagetkan adalah berdasarkan dari  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terdapat 10 orang, dan yang menderita kegemukan 2 sampai 3 di antaranya.

“Bahkan bukan hanya dari orang dewasa saja saat ini anak kecil harus bisa di mengerti kegemukan yang ada di tubuhnya, bisa di ketahui sebanyak 14 persen,” tambahnya lagi.

Maka dari itu para orang tua harus bisa mempelajari memberikan arahan akan cara pandang mereka dalam melihat anak kecil yang gamuk. Aldis mengingatkan para orang tua untuk bisa tidak anggap anak kecil yang gemuk itu lebih sehat dan menggemaskan. Karena itu lama – kelamaan akan semakin berbahaya untuk masa depannya.

“Jadi anak kecil saat ini yang gemuk tidak bisa di anggap sangat lucu dan menggemaskan. Justru dari orang tua harus bisa khawatir karena di saat besar nanti mereka akan mendapatkan resiko sendiri. Lebihnya tentang penyakit yang kronis,” tegasnya.

No related content found.

Be Sociable, Share!