Kabar Kesehatan – Anak Makan Banyak Namun Beratnya Tidak Naik? Bisa Jadi ini Penyebabnya

 

Anak memang sudah identik dengan makan yang susah. Namun anak juga mungkin saja akan mengalami sejumlah masalah lain dan tak kalah peliknya apabila sudah bisa makan dengan banyak, tetapi bobotnya tetap stagnan.

Berdasarkan informasi dari Dr Meta Hanindita, SpA yang berasal dari RS Dr Soetomo Surabaya, apabila orang tua itu bila dihadapkan pada permasalahan tersebut, maka dokter pun perlu untuk mengetahui frekuensi dari makan anak di setiap harinya. Ada berapa banyak porsinya serta apa saja yang sudah dikonsumsinya.

Apabila terdapat satu aspek yang masih kurang, maka hal itu bisa juga untuk dijadikan sebagai indicator.

“Apabila makannya 3 kali sehari, susu ASI, diberi snack 2 kali, itu seharusnya sudah baik,” ungkap Meta ketika ditemui di Surabaya belum lama ini.

Lantas, apa yang menjadi kesalahannya? Apabia frekuensi maan telah ideal serta asupan tambahan, yakni snack yang sudah ada pun bisa menjadi permasalahan yang terletak di porsinya.

Dr Meta pun mengingatkan agar para orang tua pun harus bisa mengetahui apabila mulai umur 6 bulan, dan porsi makan anak pun perlu untuk ditambahkan. Bagi anak yang untuk pertama kalinya mencoba untuk makanan padah, tidak masalah apabila hanya diberikan 2 hingga 3 sendok makan saja, karena hal itu masih berada pada tahapan adaptasi.

“Dan seiring dengan berjalannya waktu,  pada usia 6 hingga 8 bulan, porsinya pun harus ditambahkan. Setidaknya dengan setengah gelas dari air mineral yang setara dengan 125 cc, hal itu sudah pastinya lebih dari 3 sendok makan,” imbuhnya.

M Dora Tri Yogyantini, SGz pernah mengungkapkan apabila anak mendapatkan makanan yang utama dan juga makanan selingan namun bobotnya tidak kunjung naik, hal tersebut bisa saja disebabkan dari berbagai hal.

“Yang pertama, mungkin saja anak mempunyai aktivitas yang banyak. Apabila aktivitas tak sebandingan dengan asupan makanannya, hal itu juga bisa menyebabkan berat badannya sulit bertambah,” terangnya.

Lalu penyebab yang kedua, mungkin juga berada pada pola tidur dari anak. Menurutnya, aktivitas tidur anak pun bisa berpengaruh pada metabolisme yang kemudian memberikan pengaruh pada berat badan. Pada sisi lain, apabila anak sulit tidur dan telah mendapatkan nutrisi yang cukup namun tidak kunjung gemuk, maka mungkin saja anak tersebut mengalami gangguan pencernaan.

Be Sociable, Share!

 
11  

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author