Kabar Kesehatan – Bahaya Menyemen di Kaki Seperti Aksi Petani Kendeng

Dari hari Senin, 13/03/2017 silam petani yang berasal sari kawasan pegunungan Kendeng telah melakukan sebuah unjuk rasa mencor kaki mereka dengan menggunakan semen tepat di depan Istana Negara.

Petani yang berasal dari Kendeng ini tetap memprotes izin lingkkungan yang baru ditandatangani Gubernur Jateng yaitu Ganjar Pranowo. dengan adanya izin itu kegiatan penambangan karst dari PT Semen Indonesia yang ada di rembang masih saja tetap berjalan.

Dari aksi yang sama juga pernah dilakukan 9 petani perempuan yang ada di depan Istana Negara yaitu pada bulan April 2016 silam. Di luar malsaah tersebut maksud dari aksi yang suadh dilakukan para petani Rembang itu, jika dilihat dari sisi kesehatan, maka dengan menyemen kaki maka bisa berpotensi merusak kaki mereka sendiri.

“Jika semen tersebut memang bisa menekan kaki mereka, maka bsia berpotensi compartment syndrome atau yang disebut dengan sindrom kompartemen dikarenakan saraf & juga aliran darah menjadi tertekan,” jelas seorang dokter spesialis bedah orthopaedi & traumatologi yaitu dr.Adip Khumaidi yang berasal dari RS. Sari Asih Karawaci seperti yang telah dilansir dalam kompas.com pada hari Jumat, 24/03/2017.

Sindrom kompartemen itu bisa terjadi dikarenakan adanya tekanan yang berlebih yang mennumpuk pada ruang otot yang tertutup di dalam tubuh. Memang biasanya, sindrom kompartemen ini merupakan hasil dari pendarahan ataupun pembengkakan setelah terjadi cedera. Adanya tekanan tinggi itu sangatlah berbahaya di sindrom kompartemen, karena bisa menghambat darah menuju dan dari daringan yang sudah terkena.

Sindrom kompartemen itu merupakan kondisi yang darurat, membutuhkan pembedahan sesegera mungkin agar bisa mencegah adanya cedera permanen. Dari kelompok organ ataupunotot yang tersusun di dalam daerah disebut kompartemen. Jaringan yang begitu kuat dari jaringan ikat disebut fasia dan membentuk dinding kompartemen itu.

Setelah adanya cidera, edema ataupun darah bisa terakumulasi di dalamnya. Ddinding tangguh fasia takk bisa mudah meluas jadi tekanan kompartemen pun akan meningkat, dan menghambat darah yang mengalir menuju jaringan di dalamnya.

Kerusakan jaringannya pun bisa semakin parah dan bisa mengakibatkan hilangnya fungsi tubuh ataupun kematian,msialnya saja di kasus sindrom kompartemen yang akut yang sudah terjadi di berbagai daerah dan tidak segera diberikan pertolongan. Kaki, perut dan lengan merupakan anggota tubuh yang sangat rentan terkena sindrom kompartemen ini.

About The Author