Kabar Kesehatan – Bahaya Zat Pengawet yang Terdapat Pada Makanan Kemasan

 

Kesehatan tubuh juga tergantung dengan apa yang dikonsumsi setiap harinya. Pada saat ini makanan kemasan atau makanan siap saji menjadi salah satu makanan yang sangat digemari oleh banyak orang serta banyak yang jual belikan secara bebas. Beberapa produk makanan kemasan tersebut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai dipertokoan. Keunggulan dari makanan kemasan tersebut adalah sangat mudah disajikan dan juga dapat dibawa kapan saja. Hal tersebutlah yang membuat banyak orang lebih memilih makanan kemasan atau siap saji.

Namun, di dalam makanan kemasan tersebut memiliki efek yang tentu tidak baik untuk kesehatan tubuh. Kebanyakan produk makanan kemasan atau siap saji mempunyai zat pengawet yang sangat berbahaya apabila dikonsumsi terus menerus. Kegunaan dari zat pengawet tersebut adalah agar makanan yang dikemas tidak gampang rusak atau membusuk bahkan berjamur. Pertanyaan mengenai zat tersebut, sering kali menjadi topik dimasyarakat, apakah zat pengawet tersebut dapat membahayakan kesehatan tubuh?

Ada dua faktor yang membuat makanan mudah sekali basi ataupun rusak, faktor yang pertama adalah karena disebabkan mikroba serta adanya proses oksidasi. Mikroba adalah bakteri dan juga jamur yang akan membuat rusak makanan serta mampu menimbulkan penyakit listeria dan juga botulisme jika orang tersebut mengonsumsi setiap hari.

Tidak hanya itu saja, bakteri lainnya juga mampu merubah makanan tersebut menjadi berlendir, bau, serta berjamur. Sedangkan oksidasi adalah suatu perubahan kimia yang berbentuk molekul makanan yang ditimbulkan oleh enzim atau radikal bebas yang bertugas untuk merubah makanan menjadi tengik dan juga berwarna cokelat.

Disitulah peran dari zat pengawet untuk makanan, zat pengawet tersebut akan bekerja sebagai pencegah kedua faktor kerusakan pada makanan. Dalam zat pengawet terdapat zat digunakan seperti butylated hydroxyanisole (BHA), nitrat serta asam benzoat. Zat BHA tersebut sering digunakan untuk beberapa misalkan makanan berbahan roti. Namun, zat tersebut mempunyai efek yang sangat berbahaya jika dikonsumsi dengan porsi berlebih dan dapat berubah menjadi racun.

Sedangkan zat nitrat sering kali digunakan pada makanan berupa sayuran berdaun, zat memiliki sifat karsinogenik ketika sayuran tersebut dimasak dengan daging merah. Ketika asam benzoat digabungkan dengan asam askorbat (vitamin C) akan mampu mengakibatkan perilaku hiperaktif bagi seseorang sering mengonsumsinya. Dapat disimpulkan bahwa makana yang memiliki zat pengawet sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh apabila dikomsumsi dengan porsi banyak.

Be Sociable, Share!