Kabar Kesehatan – Bekerja Shift Malam Memicu Perkembangan Penyakit Kronis

Bekerja adalah hal yang harus dilakukan setiap orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Beberapa pekerjaan mungkin menuntut pekerjanya untuk memiliki jam kerja yang terbalik yaitu dari malam hingga pagi.
Bekerja shift malam artinya kamu harus mau dan bisa tetap terjaga sepanjang malam. Kerja shift malam tentu akan mengubah rutinitasmu. Yang seharusnya waktumu untuk beristirahat dan tidur, justru dipergunakan untuk bekerja dan bahkan makan. Sebaliknya, di waktu saat tubuh seharusnya melakukan aktivitas penting seperti bergerak dan mencerna, kamu malah tidur. Hal ini membuat jam biologis tubuh jadi berantakan.

Jam biologis bekerja mengikuti segala perubahan aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam. Jam biologis seseorang menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh vital lainnya. Semua perubahan jam biologis ini tentu ikut mengubah metabolisme tubuh. Pada akhirnya, kerja shift malam dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas kerja. Ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkapkan bahwa gangguan ritme jam biologis dapat mengganggu dua gen supresor tumor yang memicu perkembangan penyakit kronis, seperti kanker.

Bagi Anda yang memiliki jam kerja sesuai shift, sebaiknya Anda mewaspadai dampak negatif yang dapat timbul, seperti yang dilansir dari Huffington Post berikut ini:
1. Mengganggu jadwal tidur
Sebuah penelitian membuktikan, bekerja shift cenderung membuat seseorang tidur hanya enam jam sehari. Bukan hanya itu, kualitas tidur juga dapat menurun akibat jadwal kerja yang tidak beraturan.
Penelitian lainnya menyebutkan, pekerja shift memiliki kadar hormon serotonin yang rendah. Sehingga, jadwal dan kualitas tidur terganggu akibat pekerjaan tersebut.
2. Perubahan metabolisme
Bekerja shift di malam hari membuat kadar hormon leptin menurun. Hormon tersebut berfungsi untuk mengontrol berat badan, gula darah, dan kadar insulin.
Perubahan hormon tersebut bisa berdampak buruk bagi metabolisme, sehingga berbagai macam penyakit kronis seperti flu lebih mudah menyerang.
3. Meningkatkan risiko kanker
Penelitian dalam International Journal of Cancer menyebutkan bahwa bekerja di shift malam dapat meningkatkan risiko kanker payudara hingga 30% bagi wanita. Hal ini disebabkan, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, salah satunya melatonin yang seharusnya diproduksi ketika seseorang sedang tidur. Namun akibat bekerja, tubuh tidak memproduksi hormon tersebut dan mengalami peningkatan risiko kanker.
4. Memicu obesitas dan diabetes
Tidur terlalu sebentar atau mengubah jam biologis dapat memicu obesitas. Bukan hanya itu, hasil meta-analisis pada Occupational and Environmental Medicine menyebutkan, bahwa kerja shift dengan jadwal yang berubah-ubah mampu meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Peningkatan ini mencapai 42%, sebab kinerja insulin ikut terganggu akibat jam biologis tubuh yang diubah, sehingga mengakibatkan terjadinya resisten insulin.
5. Berisiko terkena penyakit jantung
Selain kanker, bekerja di shift malam juga meningkatkan risiko penyakit jantung, demikian menurut penelitian dalam British Medical Journal.  Peningkatan risiko ini terjadi pada 7% pekerja yang berada pada shift malam hari, sehingga tak jarang jika kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan ikut memburuk.
6. Mengganggu fungsi otak
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine menunjukkan bahwa orang yang bekerja dalam rotasi shift selama satu dekade akan memiliki usia otak yang lebih tua enam tahun. Kemunduran performa otak ini bisa dipulihkan ketika orang tersebut berhenti bekerja shift, tapi butuh waktu lima tahun untuk bisa kembali normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *