Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya

Kabar Kesehatan – Berikut Makanan Yang Baik Dan Tidak Untuk Kandung Kemih Bagian 1

Saat kandung kemih terlalu aktif maka aka menyebabkan otot-otot kandung kemih menjadi berkontraksi tanpa sadar, bahkan ketika jumlah urin di kandung kemih rendah dapat menyebabkan desakan sering dan tiba-tiba untuk buang air kecil.

Dengan kondisi kandung kemih yang terlalu aktif (OAB) akan mengakibatkan gangguan yang cukup besar terhadap kehidupan sehari-hari. Orang dengan OAB akan mengalami inkontinensia urin dan bangun beberapa kali ketika malam hari (nokturia).

Berikut ini beberapa alasan yang menyebabkan OAB:

  • Gangguan neurologis yang mempengaruhi sistem saraf, seperti multiple sclerosis atau penyakit Parkinson.
  • Diabetes . Salah satu gejala utama diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah seringnya buang air besar dalam jumlah besar, yang dikenal sebagai poliuria .
  • Infeksi saluran kemih .
  • Obat-obatan diuretik, biasa disebut sebagai pil air. Orang dengan kondisi jantung sering mengambil diuretik untuk menurunkan tekanan darah , tetapi obat ini juga meningkatkan buang air kecil.
  • Usia yang lebih tua dan penurunan kognitif.
  • Asupan kafein atau alkohol yang berlebihan.

Berikut ini beberapa makanan yang harus dimakan dan harus dihindari:

Mengubah pola makan dan gaya hidup akan memberikan dampak pada kandung kemih yang terlalu aktif.

  1. Asupan cairan

Untuk orang dengan OAB, ada garis tipis antara minum terlalu banyak dan tidak cukup minum. Orang harus mencoba menggunakan 6 sampai 8 gelas cairan yang direkomendasikan setiap hari. Tubuh dapat mengatur cairan dalam tubuh, mengeluarkan cairan yang tidak diinginkan melalui urin. Oleh karena itu, melebihi jumlah yang disarankan cenderung mengarah ke lebih banyak waktu di kamar mandi.

Namun, penting untuk tidak mengalami dehidrasi karena ini akan menghasilkan urin yang lebih pekat, yang selanjutnya dapat mengiritasi lapisan kandung kemih. Dimungkinkan untuk memantau tingkat hidrasi dengan memeriksa warna urin. Air kencing berwarna kuning gelap bisa menjadi tanda dehidrasi .

Sebaiknya tidak banyak minum pada satu waktu, tetapi untuk menyebarkan minuman sepanjang hari. Sebaiknya berhenti minum beberapa jam sebelum tidur untuk meminimalkan kemungkinan bangun di malam hari.

  1. Kafein

Minuman berkafein termasuk teh, kopi , dan minuman berkarbonasi seperti cola. Kafein adalah diuretik, yang mendorong pelepasan air dalam urin. Ini bisa membuat gejala OAB menjadi lebih buruk.

Bukti yang menunjukkan bahwa orang dengan OAB harus menghindari kafein bervariasi dan terutama anekdot. Namun, beberapa orang mungkin merasa berguna untuk menghindari atau membatasi minuman berkafein dan memilih air, jus encer, dan teh herbal sebagai gantinya. Ini dapat meningkatkan gejala urgensi dan frekuensi tetapi bukan inkontinensia.

  1. Alkohol

Alkohol bertindak sebagai diuretik dan meningkatkan produksi urin, sehingga cenderung membuat gejala memburuk bagi orang dengan OAB. Mungkin ada baiknya untuk mengurangi alkohol atau hindari sepenuhnya untuk sementara waktu untuk melihat apakah gejala membaik.

  1. Makanan pedas

Beberapa makanan memiliki tingkat pedas yang lumayan tinggi. Dengan mengonsumsi makanan pedas dapat mengakibatkan mengiritasi kandung kemih. Bagi beberapa orang yang mengalami gejala OAB, akan jauh lebih baik jika menghindari makanan pedas.

  1. Buah sitrus

Buah jeruk tidak hanya segar tetapi juga dapat mengakibatkan iritasi kandung kemih, yang dapat menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan. Untuk beberapa orang yang mempunyai gejala OAB, menghindari buah tersebut akan lebih baik.

  1. Makanan berserat tinggi

Penelitian telah menunjukkan hubungan antara sembelit dan OAB. Orang dewasa dengan dorongan inkontinensia yang juga menderita konstipasi harus mencari saran diet tentang bagaimana mendorong buang air besar secara teratur. Makanan tinggi serat larut, yang termasuk gandum, dedak, sayuran, dan kacang-kacangan, dapat membantu mengatasi konstipasi.

Bersambung ke bagian dua …

Agen Bola Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *