Kabar Kesehatan – Berkenalan dengan Microsleep, Gangguan Tidur yang Mengintai Pemudik

Bulan Ramadhan sudah mendekati akhir bulan, dan musim mudik pun telah tiba. Dari ratusan bahkan ribuan pemudik sudah melakukan perjalanan menggunakan moda trasportasi darat, laut maupun udara. Tak banyak pula pemudik yang menggunakan alat transportasi pribadi untuk pulang kampung. Dengan menyetir sendiri ke kampung halaman dirasa lebih leluasa dan menyenangkan. Akan tetapi hal ini sangat rentan untuk pemudik mengalami microsleep.

Dikutip dari BBC, Jum’at (23/6/2017), hampir dari separuh pengemudi pria pernah mengalami microsleep ketika menyetir atau mengemudikan kendaran pribadinya. Dan apakah microsleep itu?

Microsleep adalah dimana kondisi tubuh yang mengalami tidur ringan dan microsleep ini berlansung sekitar 5 sampai 10 detik. Ketika microsleep ini terjadi, otak akan tertidur secara tidak sadar atau secara otomatis. Memang hal ini sangat kerap terjadi pada situasi dan kondisi yang monoton atau tidak variatif, seperti mengemudi. Hal inilah penyebab microsleep bisa mengancam pengemudi kendaraan.

Disaat terbangun dari kondisi microsleep ini, orang yang mengalami ini akan tersadar dengan kejutan dikepala. “Kelopak mata akan mulai tertutup dan akan mulai kehilangan kontak dengan realitas”, begitu ujar dari prof. Jim Horne, pimpinan direksi dari Loughborough University’s Sleep Research Center. “ Pengemudi yang mengalami microsleep akan tertidur selama 5sampai 10 detik, lalu terbangun dengan tersentak”

Hentakan atau kejutan yang sangat mendadak ini yang kerap membuat para pengemudi tersadar jika mereka baru saja mengalami saat-saat microsleep. Akan tetapi tak banyak orang yang tidak mengetahui istilah microsleep ini.

“Kondisi tidur pada umumnya harus berlangsung dalam periode setidaknya lebih dari satu menit untuk dapat direkam oleh otak”, begitu ujar profesor Horne yang mendalami kelelahan yang dialami oleh pengendara selama 10 tahun ini. “dengan kondisi microsleep, para pengendara akan merasa tidak tersadarkan diri jika mereka sedang mengalami tidur atau dalam kondisi terlelap.”

Dari 1000 pengendara yang tersurvei oleh brake, suatu lembaga pemerhati keamanan jalan raya, sekitar 45 persen pengemudi pria mengaku pernah dan kerap kali mengalami microsleep, begitu juga pengemudi wanita.

Bayangkan jika kita mengemudikan kendaraan dengan kecepatan 70 KM/Jam, dan mengalami microsleep selama 10 detik. Maka kita akan melaju sepanjang 700 meter tapa sadar. Sangat berbahaya sekali microsleep ini untuk pengemudi.

Untuk itu sangat disarankan untuk para pengemudi kendaraan untuk melakukan istirahat jika sudah merasakan kelelahan. Tidur selama beberapa menit akan jauh lebih bermanfaat, dibandingkan mempertaruhkan keselamatan.

About The Author