Kabar Kesehatan – Bermain Twitter dan Facebook Bisa atasi Darah Tinggi dan Diabetes

 

Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, telah mengatakan bahwa terdapat dampak yang positif dari anda saat bermain social media, Twitter dan Facebook. Dampak positif tersebut yaitu mengatasi penyakit kronis, darah tinggi serta diabetes pada lansia, sebagaimana yang telah dikutip dari Boldsky pada Jum’at 26/8/2016.

Kenapa bisa demikian?

Ternyata para peneliti telah menyimpulkan bahwasannya social media ternyata mampu menumbuhkan hubungan dengan baik serta sarana komunikasi yang efektif, serta mampu menimbulkan perasaan positif bagi lansia. Oleh sebab itu, para lansia yang sedang gemar atau mulai senang bermain social media, alangkah baiknya lebih diberikan kebebasan. Sebab dengan mereka bersedia berinteraksi dengan menggunakan social media, justru akan memberikan dampak yang positif bagi mereka sendiri.

“Saat berkomunikasi dengan menggunakan teknologi yang sudah dilakukan oleh lansir, akan berhubungan dengan psikologi dan kesehatan fisik dimana juga mampu untuk mengurangi rasa kesepian,” ungkap William Chopik, Asissten professor dari Minchigan State University, Amerika Serikat.

Pada penelitian tersebut juga telah mendapatkan hasil bahwasannya lansia akan mendapatkan sejumlah kepuasan atas kehidupannya, bisa juga untuk menurunkan kadar depresi atas penyakitnya yang berupa tekanan darah tinggi atau pun diabetes. Ada lebih dari 95 % dari lansia yang telah memiliki riwayat darah tinggi dan diabetes telah mengatakan bahwa mereka merasa puas atas adanya teknologi tersebut. Bahkan ada diantara meraka yang menjadi fasih menggunakan teknologi ini.

Para lansia biasanya akan berhubungan dengan para teman, kawan atau sahabat lama yang mungkin berada pada daerah yang lain. Dengan mampu menjalin komunikasi bersama teman lama, biasanya akan mengingatkan tentang cerita kenangan atau pun moment yang indah dimasa muda dulu. Dimana hal itu juga bagus bagi pada lansia.

Hal itu pun bisa menjadi terobosan yang baru bagi dunia kesehatan. Dimana pada penelitian tersebut, nyaris mampu terbukti dengan efektif sebab telah mengambil sampel sebanyak 591 orang lansia, dimana rata – rata umur dari sampel tersebut berusia 68 tahun.

Hasil temuan ini juga telah dipublikasikan secara online pada jurnal Cyberpsychology, Behavior and Social Networking.

Be Sociable, Share!