Kabar Kesehatan – Dampak Negatif Bagi Wanita yang Sering Makan Mi Instan

 

Harga murah dan tak dibutuhkan waktu yang lama ketika memasak adalah salah satu alasan orang- orang aman menyukai mie instan. Selama mempunyai banyak stok mi instan di rumah, rasa lapar yang menghampiri saat tengah malam bisa teratasi tak perlu repot – repot.

Kecintaan orang – orang pada mi instan juga bisa dilihat dari kebiasaan yang lebih memilih untuk menyiapkan ruang kosong di dalam tas atau kopernya setiap kali bepergian jauh. Ya, walaupun sudah berkali – kali diberi tahu jika makan mi instan itu kurang baik bagi kesehatan, akan tetapi tetap saja kebiasaan tersebut tetap dipertahankan.

Hal itu disebabkan karena adanya mitos yang menyebutkan jika dengan menambahkan sayuran kedalam masakan mi instan dapat meningkatkan nilai nutrisi yang ada dalam masakan mi tersebut, sehingga yang pada awalnya “tidak sehat” bisa berubah menjadi “sehat”.

dr Resthie Rachmanta Putri M.Epid yang biasa memberikan tips sehat di Klik Dokter kembali mengingatkan akan dampak negatif dari mengkonsumsi mi instan yang terlalu sering. Selain beriko meningkatkan obesitas,juga dapat meningkatkan resiko akan hipertensi.

Dia juga mengatakan jika bumbu dari mi instan yang tinggi akan kandungan natrium. Restie juga menjelas jika natrium merupakan zat yang dapat menyebabkan tekanan darah akan meningkat.

“Jadi, jika anda terlalu sering mengkonsumi olahan mi instan, akan meningkatkan resiko hipertensi semakin tinggi,” jelas Resthie yang dikutip pada hari Kamis, 13 Juli 2017.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga tergolong sindrom metabolik. Dan sindrom metabolik tersebut adalah yang paling rentan dialami oleh para wanita yang biasa sulit untuk mengontrol nafsu mengkonsumsi mi instan.

Dalam sebuah penelitian yang telah diterbitkan di dalam Journal of Nutrition disebutkan, jika wanita yang mengkonsumsi terlalu banyak mi instan mempunyai resiko besar mengalami sindrom metabolik. Kemungkinan hal itu mencapai 68 persen, bila dibandingkan dengan wanita yang lebih sedikit dalam makan mi instan di kehidupan sehari – harinya, hal itu terlepas dari kebiasaan makan atau olahraga secara menyeluruh.

Kemungkinan untuk mengalami beberapa penyakit, seperti jantung, diabetes serta stroke pun cukup besar.

Seperti yang dikutip dari laman situs Life Hack, hal tersebut dapat terjadi karena proses memasak yang sering kali digoreng dan terlalu dibanjiri minyak. Ada yang perlu diingat, di dalam bumbu mi instan sja sudah terlalu banyak minyak.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author