Kabar Kesehatan – Diabetes Tipe 1 Dapat Dicegah Dengan Obat Tekanan Darah

Periset menemukan bahwa obat yang biasa digunakan untuk mengendalikan tekanan darah dapat digunakan untuk mencegah dan mengobati diabetes tipe 1. Penelitian baru yang ditulis bersama oleh Dr. Aaron Michels, seorang profesor kedokteran di University of Colorado Anschutz Medical Campus di Aurora akan dipublikasikan di The Journal of Clinical Investigation.

Diabetes tipe 1 adalah suatu kondisi di mana sel beta pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup, yaitu hormon yang mengatur kadar gula darah. Hal ini diyakini turun ke proses autoimun, dimana sel kekebalan secara salah menyerang dan menghancurkan sel beta.

Sekitar 5 persen dari semua kasus diabetes adalah tipe 1. Hal ini paling sering didiagnosis selama masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa muda, namun dapat berkembang pada usia berapapun. Sementara penyebab pasti diabetes tipe 1 tetap menjadi misteri, Dr. Michels dan tim mencatat bahwa sekitar 60 persen dari mereka yang berisiko memiliki molekul yang disebut DQ8.

Dengan pemikiran ini, para periset berspekulasi bahwa menghalangi molekul DQ8 bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah diabetes tipe 1. Dalam studi terbaru mereka, mereka mengidentifikasi obat yang ada yang bisa melakukan hal itu.

Para peneliti menemukan temuan mereka dengan menggunakan “superkomputer” untuk menganalisis setiap obat molekul kecil yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Secara khusus, mereka menyelidiki apakah salah satu obat ini dapat menargetkan dan menghambat molekul DQ8. Mereka menemukan satu yang sesuai yang disebut methyldopa, yang paling sering diresepkan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa methyldopa tidak mengganggu fungsi kekebalan sel. Poin terakhir adalah salah satu turunnya obat imunosupresan, yang juga telah diselidiki untuk pencegahan dan pengobatan diabetes tipe 1.

Para peneliti mengkonfirmasi temuan mereka pada tikus, dan juga dalam percobaan klinis terhadap 20 individu dengan diabetes tipe 1. Menurut para ilmuwan, temuan ini mungkin memiliki “implikasi yang signifikan” untuk pencegahan dan pengobatan diabetes tipe 1.

Penulis studi David Ostrov, Ph.D., dari University of Florida di Gainesville, menambahkan bahwa penelitian tersebut bahkan dapat membuka pintu bagi perawatan baru untuk penyakit autoimun lainnya, seperti rheumatoid arthritis, penyakit seliaka dan lupus.

About The Author

Reply