Kabar Kesehatan – Dokter ER Tanpa Sadar Meresepkan Lebih Banyak Opioid

Banyak dokter ruang gawat darurat meremehkan seberapa sering mereka meresepkan obat penghilang rasa sakit opioid yang berpotensi adiktif. Penemuan ini ditunjukan oleh sebuah penelitian baru yang telah dilakukan. Namun, para dokter tersebut akan segera mengurangi dosis dari pil tersebut ketika mereka melihat angka sebenarnya, menurut studi University of Colorado.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa dari 109 dokter ER di empat rumah sakit, dua pertiga meremehkan seberapa sering mereka meresepkan opioid seperti OxyContin (oxycodone) dan Vicodin (hydrocodone).

Ketika para ahli kesehatan berjuang untuk memahami dasar-dasar epidemi opioid AS, mereka telah menemukan bahwa pil yang diresepkan secara hukum membuat banyak timbulnya pecandu yang sebelumnya mendapatkan tindakan pengkonsumsian pil tersebut.

“Sebagian besar pemberian resep pil tersebut dipercayai adalah suatu tindakan yang dianggap benar dan harus dilakukan, tetapi kami perlu secara langsung mengatasi pemikiran ini untuk memastikan mereka bukan bagian dari masalah,” kata penulis studi Dr. Sean Michael.

Selama penelutuan yang dilakukan selama kurang lebih 12 bulan, dokter ER telah menuliskan 15.124 resep untuk pil yang mengandung opioid. Ini mewakili sekitar 20 persen dari semua resep mereka. Setelah menunjukkan kepada dokter tentang tingkat resep opioid mereka yang sebenarnya, para peneliti melacak pola peresepan mereka.

“Semua orang menunjukkan penurunan keseluruhan dalam meresepkan opioid,” kata Michael, yang merupakan seorang asisten profesor pengobatan darurat di University of Colorado School of Medicine.

Setelah melihat data nyata mereka, para dokter dengan persepsi diri yang tidak akurat, rata-rata, memiliki sekitar 2 resep opioid yang lebih sedikit per 100 pasien dalam kurun waktu enam bulan dan 12 bulan kemudian, kata Michael dalam laporan yang dirilis oleh universitas.

Michael mencatat bahwa dokter ER menulis hanya sekitar 5 hingga 10 persen dari semua resep opioid. Tingkat resep opioid yang tinggi terjadi di seluruh sistem perawatan kesehatan AS.

“Meskipun membuat kemajuan pada epidemi opioid, kami tidak dapat menganggap penyedia layanan bertindak secara optimal dan memiliki semua informasi yang mereka butuhkan untuk melakukan apa yang kami minta dari mereka,” kata Michael.

Studi ini diterbitkan dalam edisi Maret jurnal Academic Emergency Medicine.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *