Kabar Kesehatan Dunia – Ni Min Menderita Penyakit Sindrom Manusia Batu

Gadis perempuan yang masih berusia 14 tahun bernama Ni Min ini hidup berada di sebuah desa dekat dengan Kota Yibin, Provinsi Sichuan, di kabarkan telah mendapatkan suatu penyakit langka yang menyebabkan dari otot-ototnya, ligament dan persendian dari tubuhnya berubah menjadi tulang keras. Penyakit ini di namakan dengan sindrom penyakit batu atau dalam nama ilmiahnya adalah fibrodysplasia ossificans progressiva (FOP).

Penyakit yang sudah di derita perempuan tersebut hanya di derita 600 orang di dunia. Pada awalnya dirinya memperlihatkan gejala terkena sakit tersebut di saat masih berusia 8 tahun, seperti yang di kabarkan di dalam laman media Daily Mail, hari Jumat lalu (26/9/14).

Keluarga bocah tersebut semakin curiga dengan tubuh dari Ni Min yang muncul beberapa benjolan berada di bawah kulitnya.  Pada akhirnya para dokter ahli berada di rumah sakit Tongji, Shanghai, memberikan ungkapan kalau dia menderita sakit Sindrom Manusia Batu.

Penyakit yang sampai saat ini masih belum ada obatnya tersebut yang sudah menjadi salah satu kelainan genetika yang sangat mematikan. Dengan seiring waktu memang otot tubuhnya berubah menjadi tulang dan akan bisa membuat gerakan pada tubuhnya menjadi terbatasi karena telah terbentuk tulang baru berada di dalam tubuhnya.

Pada akhirnya tulang tersebut akan bisa mendesak dari tulan rusuk sampai membuat dirinya sangat sulit untuk bernafas. Penderita penyakit ini akan merasa tercekik pada saat bernafas.

Adanya kasus yang sangat terkenal dari penyakit ini sudah pernah di alami oleh Harry Eastlack yang menderita dari sindrom tersebut semenjak dirinya masih berusia 10 tahun. Di saat berusia beranjak 40 tahun tubuhnya berubah menjadi tulang dan pada akhirnya dirinya meninggal dunia, hanya tersisa dari bibirnya saja yang utuh dari itu semua.

Penderita dari penyakit tersebut harus bisa menjaga tubuhnya jangan sampai untuk terluka parah. Hal ini di sebabkan jika memang itu terjadi maka pada pemulihan dibagian lukanya akan bisa menjadi tulang dan mengeras.

About The Author