Kabar Kesehatan – Ebola Menghabiskan Dana Besar Bank Dunia

Dari beberapa negara yang langsung akan tanggap dengan adanya wabah ebola yang sudah terus kian merongrong kesehatan dunia yang ada di saat iuni. Setelah dari pertemuan yang sudah di hadiri sebanyak  50 ribu pemimpin negara Afrika yang ada di Washington Senin kemarin, Bank Pembangunan Internasional yang sudah berkomitmen akan memberikan suatu bantuan dana.

Lembaga keunangan dunia tersebut yang sudah mengucurkan uang yang besarnya adalah US$260 juta atau lebih dari Rp3 triliun untuk bisa membantu tiga negara yang berada di Afrika Barat yang sudah di lumpuhkan oleh Ebola, yaitu Sierra Leone, Liberia, dan Guinea.

Seperti yang di kabarkan di dalam kantor berita Reuters, Bank Pembangunan Afrika yang akan segera untuk mencairkan dananya. Presiden bank tersebut yang bernama Donald Kaberuka sebutkan kalau angkanya memang hampir mencapai sebanyak US$60 juta.

Dana tersebut yang akan di pergunakan untuk tiga negara di Afrika Barat tersebut yang selama  ini sudah di lumpuhkan oleh Ebola. Apalagi ini menjadi suatu penyebaran terburuk sepanjang sejarah saat ini. Semenjak di bulan Februari yang lalu, bisa di ketahui sudah hampir sebanyak 900 orang menjadi korban jiwa dengan adanya virus mematikan tersebut.

Dana yang sudah di kucurkan tersebut menanggapi dengan adanya rencana Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang sudah berencana memberikan dana sebesar US$100 juta untuk bisa mengatasi dari wabah Ebola. Seperti anggapan dari Margaret Chan, yang menjadi kepala WHO jika tidak akan segera untuk di atasi maka nantinya Ebola tersebut membuat situasi dunia ini semakin memperburuk.

Jim Yong Kim, yang menjadi presiden bank dunia yang sudah sepakat dengan semua itu.

“Akan lebih baiknya nyawa akan menjadi korban epidemic ebola jika memang tidak akan segera di berantas. Dari banyak masyarakat internasional yang harusnya bisa bertindak dengan cepat,” dirinya menuturkan.

Afrika yang memang tidak bisa sendirian menghadapi adanya virus yang sudah ada semenjak di tahun 1976 silam. Amerika Serikat yang akan bisa turut membantu. Seperti anggapan dari juru bicara Departemen Luar Negeri, Jen Psaki AS nantinya akan memberikan dukungan dari macam peralatan medis dan keahlian teknis ke sana.

About The Author