Kabar Kesehatan – Grooming Pada Rambut Kemaluan Bisa Terjadi IMS

Di dalam sebuah studi yang beru telah menunjukkan adanya koreasi antara perawatan pada organ intim dengan infesi seksual yang menular atau ISM yang sudah selama ini telah dibicarakan sebagian besar orang, ternyata tak perlu terlalu dikhawatirkan.

Di dalam sebuah studi itu,dari para peneliti  yang berasal dari Universitas California San fransisco telah mensurvei kurang lebih ada 7.500 orang yaitu masalah kebiasaan mereka yang telah melakukan groomimng organ intim atau disebut sebagai mencukur rambut kemaluan pada setiap minggu itu bisa masuk pada kategori yaitu sebagai frekuensi tinggi, pemangkasan semua rambut  yang terdapat pada kemaluan sebanyak 11 kali ataupun lebih untuk setahunnya teah dikategorikan sebagai ekstrim.

Para peneliti juga telah bertanya apakah mereka memiliki sejarah terkena infeksi seksual menular, dan juga membagi jenis infeksi itu ke dalam 3 kategori yang beda, yaitu :

  1. Infeksi seksual menular pada kulit misalnya saja seperti pada HPV, herpes, dan juga moluskum
  2. Infeksi seksual menular pada sekretori misalnya saja klamidia, gonore dan juga HIV
  3. Kutu kemaluan

Dari hasil studi telah menunjukanbahwa dengan mencukur rambut kemaluan bisa mempunyai asosiasi dengan ISM atau infeksi seksual menular. Tapi, penulis dari penelitian pun telah mengatakan bahwasannya penelitian itu akan mempunyai keterbatasan dan juga informasi yang lebih lanjut diperlukan sebelum dapat menyatakan memang adanya korelasi statistic antara perawatan pada rambut kemaluan dengan ISM.

“Hal itu bukanlah studi kausal,” jelas penulisnya yaitu E. Charles Osterberg.”Jadi, kita pun tak dapat mengatakan, bahwasannya kamu sering melakukan perawatan pada rambut kemalluan, maka kamu pastinya akan bisa mendapatkan infeksi yang  menulas seksual. Ada juga sebuah sosiasi, namun tak ada sebab-akibat.”

Dalam studi tersebut telah memberikan jawaban pasti, apakah dari perawatan rambut kemaluan itu memang benar-benar bisa meningkatkan adanya resiko seseorang  mendapatkan infeksi seksual yang menular ataupun tidak.

“Pada masyarakat modern saat ini pastilah sudah didikte oleh pasar yaitu tentang apa artinya bisa menjadi normal di dalam maskulinitas, daya tarik dan juga feminitas,” jelas Osterberg.

“Penelitian itu telah membawa pencerahan tentang kemungkinan besar adanya berbagai komplikasi dari berbagai kebiasaan perawatan atau dengan istilah grooming yang sudah dianggap sebagai sebuah hal yang memang umum terjadi di era modern saat ini.”

Perlu diperhatikan juga, di dalam teori yang menjelaskan bahwasannya mereka secara teraturtelah mencukur rambut kemaluannya itu akan lebih aktif secara seksual daripada orang yang telah mencukur kemaluannya dengan tidak teratur. Merekapun juga akan mempunyai partner seks yang akan lebih banyak.

About The Author