Kabar Kesehatan – Ingin Besarkan Payudara Makan Kacang Panjang

Kacang panjang adala jenis sayuran yang memang suda taka sing lagi untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak ada yang menyangka ternyata ada manfaat yang belum diketahui oleh mereka. Kacang panjang memang tumbuh di daerah yang beriklim angat. Mengapa dinamakan kacang panjang? Karena memang bentuknya yang memanjang hingga mencapai ukuran 75 cm.

Nah, sebenarnya apasaja manfaat dari kacang panjang ini? seperti yang sudah dilansir dalam Alodokter pada hari Selasa, 27/12/2016 inilah beberapa manfaat kacang panjang untuk kesehatan dari berbagai riset yang sudah dilakukan :

  1. Diprediksi dapat meningkatkan ukuran payudara

Di dalam sebuah penelitian yang ada di Indonesia telah mencoba membuktikannya karena selama ini memang sangat dipercayai bahwa kacang panjang bisa untuk memperbesar payudara. Dari penelitian itu, mungkin saja bisa terjadi karena kacang panjang memiliki kandungan fitoestrogen yang memang merupakan estrogen alamiah yang ada di dalam tanaman.senyawa yang masuk ke dalam jenis fitoestrogen diantaranya flavonoid, coumestan, stilben dan juga lignan.

Dari kehadiran senyawa fitoestrogen di dalam kacang panjang memang bisa memicu pertumbuhan sel epitel pada payudara jika memangbergabung di dalam reseptor estrogen. Dari proses itulah dinamakan efek estrogenic. Efek estrogenic itu terjadi dikarenakan sel epitel pada payudara sangatla responsive kepada kehadiran estrogen yang memang akhirnya nanti bisa memicu adanya perkembangan pada payudara.

  1. Bisa menurunkan kadar glukosa

Penelitian yang lain juga sudah melakukan upaya mengetahui sebuah potensi dari manfaat kacang panjang untuk tubuh guna menurunkan kadar glukosa. Di dalam penelitian yang sudah dilakukan yaitu dengan cara mengekstraksi biji kacang panjang yang kemudian dianalisis denganc ara ilmiyah yaitu mengenai sifat anthiperglikemik dan juga antinosiseptif yaitu mengurangi rasa sakit di dalam tubuh.

Untuk bisa menemukan aktivitas dari anthiperglikemik akan dilakukan pemberian tes yaitu toleraansi glukosa dengan oral di tikus. Dan sementara hal itu aktivitas daari antinosiseptif juga idlakuakan dengan cara mengamati penurunan kontraksi pada otot perut tikus disaat merasakan nyeri karena diinduksi ole adanya asam asetat.

 Namun, dikarenakan penelitian ini memang baru saja di coba pada tikus, jadi pengaplikasian yang dilakukan pada manusia membutuhkan sebuah penelitian lebih lanjut.

About The Author