Kabar Kesehatan – Inilah Gejala Kehamilan yang Bisa Mengejutkanmu

Muntah, mual, sakit punggung ataupun badan menjadi pegal-pegal adalah sebagian dari adanya gejala kehamilan yang bisa saja sudah biasa di dengar. Tapi, perubahan hormone disaat hamil dapat menimbulkan gejala tertentu dan mungkin saja bagi sebagian dari bumil akan terasa begitu aneh.

Walaupun gejala itu terdengar aneh, tapi ternyata biasa datang disaat sedang mengandung. Inilah gejala aneh disaat hamil yang bisa saja tak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Seperti yang telah dilansir dari alodokter.com pada hari Rabu, 01/03/2017 adalah sebagai berikut :

  1. Air liur yang berlebihan

Kehamilan dapat membuat produksi air liur akan menjadi lebih banyak dari yang biasanya. Di dalam sehari, ada sebagian ibu hamil akan bahkan dapat memproduksi sampai 3-4 liter dari yang biasanya. Para ahli pun juga sebenarnya belum dapat memastikan apakah penyebab ibu hamil mengalami hal yang demikian ini, tapi adanya perubahan hormone memang kerap menjadi alasannya.

  1. Hidung berair dan juga tersumbat

Kondisi yang begitu sangat mirip pilek ini memang bisa saja terjadi saat masa kehamilan. Walaupun demikian, sebetulnya kamu tak sedang sakit ataupun terinfeksi virus.  Adanya peningkatan hormone itu hamil dapat membuat hidung di bagian dalam membengkak dan juga disertai lendir yang  mengental. Jika keadaan itu akan berlangsung lebih dari 6 minggu dan juga tanpa adanya gejala yang lainnya misalnya sakit pada tenggorokan, batuk ataupun bersin, maka adanya kemungkinan bahwasannya kamu memang sedang terkena rhinitis kehamilan.

  1. Mengidam hal yang aneh

Disaat hamil, kamu tak akan berhasrat untuk bisa mengonsumsi makanan ataupun bisa disebut dengan mengidam. Ada beberapa ibu yang hamil ternyata sedang mengidam menjadi sesuatu yang tak layak untuk bisa dikonsumsi misalnya ampas kopi, kapur, dan juga tanah. Dengan mengidam misalnya dapat dinamakan pica. Sebetulnya, belum ada yangt mengetahui pastinya mengenai alasan ibu hamil akan mengalami pica, namun adanya perpaduan dari faktor psikologi, biokimia, dan budaya bisa jadi menjadi menjadi penyebab utamanya. Dari kondisi itu memang akan kerap dikaitkan dengan adanya kondisi kekurangan zat besi.

About The Author