Kabar Kesehatan – Jangan Menunda Segera Lakukan Deteksi Dini Kanker Serviks

 

Kanker serviks atau yang disebut sebagai leher rahim adalah salah satu kanker yang paling banyak dirasakan oleh wanita yang ada di Indonesia.namun belum banyak yang sadar untuk melakukan deteksi dini dari kanker ini.

Kanker serviks ini disebaban oleh adanya HPV atau Human Papiloma virus yang memang pada umumnya bisa menular lewat hubungan intim atau hubungan seksual.so, wanita yang telah menikah ataupun aktof dalam berhubungan seksual memang seharusnya rutin dalam melakukan deteksi dini dari kanker ini.

Deteksi dini untuk bisa mengetahui ada atau tidaknya sel kanker dapat dilakukan dengan adanya metode pap smear ataupun IVA. Dari Prof. Dr Aru W.S selaku Katua Yayasan kanker Indonesia telah mengatakan jika telah ditemukan sejak dini maka kanker dapat diobati dengan begitu baik.

“Deteksi dini memang harus ada di garis depan. jika kanker ditemukan pada stadium 1 ataupun 2 jadi harapan sembuhnya juga akan tinggi, pengobatan akan lebih cepat  dan juga lebih murah,” jelas Aru di dalam kegiatan garuda Indonesia Peduli Kanker Serviks & HIV atau AIDS yang dilakukan di daerah tanjungpinang, yaitu kepulauan Riau,seperti yang sudah dilansir dalam komaps.com pada hari Kamis, 10/11/2016.

Dan bahkan, jika telah ditemukan masih dalam lesi prakanker, dapat dicegah dengan berkembangnya kanker yang menggunakan metode krioterapi ataupun metode pendinginan.bagi Aru, untuk dapat meningkatkan adanya kesadaran pentiingnya deteksi dini harus diperlukan juga edukasi kepada para masyawarakat tidak hanya yang ada di kota besar.

Maka dari itu, edukasi kaner serviks saat ini sudah dilakukan di daerah Tanjungpinang. Tidak hanya kepada warga masyarakat saja, namun para tenaga kesehatan siantaranya ada bidan, dokter umum juag haruslah memberikan edukasi  tentang kanker serviks ini.

Sari Suharso dari Direktur SDM dan juga Umum Garuda Indonesia tellah menjelaskan edukasi tentang kanker serviks yang sudah diberikan kurang lebih 700 peserta. Khusus bagi tenaga kesehatan, merekapun mendapatkan pelatihan dengan menggunakan metode pap smear dan juga IVA, dan juga menggunakan alat krioterapi oleh pihak YKI dan juga tenaga kesehatan dari beberapa jumlah rumah sakit. Ada sekitar 600 wanita telah mendapatkan pemeriksaan pap smear ataupun IVA gratis.

Be Sociable, Share!

 
6  

Tags

, ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author