Kabar Kesehatan – Kebiasaan Buruk Anak Ketika Menghisap Jempol

 

Pada usia dini anak-anak sering kali mempunyai kebiasaan buruk yang sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh. Terkadang para orangtua tidak menyadari akan kebiasaan buruk tersebut. Menghisap jempol merupakan kebiasaan buruk anak yang harus segera di hilangkan. Terdapat dapak negatif dari seringnya menghisap jempol yaitu dapat mempengaruhi pertumbuhan gigi anak menjadi tidak optimal. Para orangtua harus pandai-pandai untuk memperhatikan tingkah laku anak.

Tahukah anda bahwa dengan menghisap jempol tersebut membuat anak menjadi lebih nyaman. Sangking nyamannya mereka akan melakukan kebiasaan tersebut ketika akan tidur dan ketika tengah malam terbangun. Sikap nyaman tersebut yang akan membuat anak sulit untuk menghilangkannya. Peran para orangtua disini sangat diperlukan untuk mengingatkan dan melepas jempolnya yang telah dihisap. Namun, dalam sebuah lansiran di Babycenter mengatakan bahwa tidak semua menghisap jempol tersebut akan merusak gigi, meskipun semua ahli menjelaskan bahwa ketika anak sedang menghisap jempol, maka mendorong lidah dan akan mengganggu pertumbuhan gigi anak.

Para orangtua tidak perlu risau akan kebiasaan buruk anak tersebut. American Dental Association memberikan beberapa saran yang bisa dilakukan para orangtua untuk menghilangkan kebiasaan buruk anak menghisap jempol.
1. Mengamati anak
Apabila anda mendapati anak sedang menghisap jempol dengan penuh semangat, maka segeralah untuk menghentikannya. Hal tersebut harus anda lakukan setiap mereka sudah terlalu lama menghisap jempol. Ketika anak sudah berusia 4 tahun, usahakan luangkan waktu lebih untuk memperhatikannya. Jika anda merasa gigi ataupun mulut anak terdapat masalah, segeralah memeriksakannya ke dokter gigi. Dan jika jempol anak menjadi merah akibat kebiasaannya menghisap jempol, usahakan untuk memberikan pelembab ketika mereka sedang tidur.
2. Tidak perlu khawatir
Para orangtua tidak perlu khawatir terhadap kebiasaan buruk tersebut. Kebanyakan anak akan berhenti menghisap jempol ketika mereka berusia 2 hingga 4 tahun. Meskipun ketik usia tersebut mereka belum berhenti, keadaan tersebut anak menjadi masalah ketika mereka bersama teman-temannya. Kebanyakan dari mereka anak merasa malu ketika orang lain mengetahui kebiasaan buruk tersebut.
3. Tidak perlu menghukum anak karena kebiasaan buruk tersebut
Karena kebiasaan buruk tersebut para orangtua tidak perlu menghukumnya. Dengan memarahinya ataupun mengomelinya tidak akan membuat mereka menghentikan kebiasaannya. Biarkan mereka berhenti dengan sendirinya. Kebiasaan tersebut akan hilang saat mereka mengetahui cara lain untuk menghibur dirinya. Salah satu contoh berikut yang dapat diamati oleh para orangtua. Saat anak menghisap jempol ketika sedang lapar, lama-kelamaan mereka akan berusaha mendapatkan makanan seperti membuka kulkas.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, , ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author