Kabar Kesehatan – Kelebihan Berat Badan Mungkin Lebih Berbahaya dari Perkiraan

Musim liburan merupakan saat yang menyenangkan untuk memanjakan orang-orang tercinta. Tapi sekarang setelah melewati Natal dan bulan Januari, mungkin ingin mengurangi makanan yang tidak sehat sebagai salah satu resolusi tahun baru.

Beberapa orang percaya bahwa kelebihan berat badan tidak baik bagi kesehatan. Ini karena penelitian terdahulu menemukan bahwa indeks massa tubuh optimal ( BMI ) terkait dengan resiko kematian. Tapi ilmuwan lain kurang yakin dengan ini, menduga bahwa penelitian ini tidak secara akurat mencerminkan efek penuh dari BMI terhadap kesehatan. Mereka berpendapat bahwa faktor lain, seperti merokok atau tahap awal penyakit, dapat menurunkan BMI dan meningkatkan resiko kematian, yang membuat sulit mengetahui pengaruh BMI terhadap resiko kematian.

Studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Bristol di Inggris, berusaha untuk menilai hubungan sebab akibat antara BMI dan resiko kematian dengan memeriksa catatan kesehatan dari 32.452 pasangan ibu dan anak dan 27.747 pasangan ayah dan anak.

BMI orang tua dan anak terkait karena faktor genetik. Alasan mengapa tim menggunakan pasangan orang tua dan anak adalah karena BMI anak-anak dewasa tidak dipengaruhi oleh penyakit yang mungkin dimiliki orang tua mereka. Oleh karena itu, menganalisa informasi ini akan menghindari beberapa masalah yang ditemui penelitian sebelumnya terkait BMI terhadap resiko kematian.

Sebagai contoh, beberapa penelitian observasional mungkin secara tidak sengaja memasukkan data dalam hasil mereka dari kasus dimana penyakit menyebabkan IMT rendah daripada ketika BMI mempengaruhi penyakit. Ilmuwan menyebutnya “penyebab terbalik”.

Prof. George Davey Smith, seorang profesor epidemiologi klinis dan direktur Unit Epidemiologi Integratif MRC (MRC IEU) di University of Bristol, menjelaskan manfaat metodologi ini. Pendekatan yang lebih kuat untuk mengidentifikasi efek kausal dari faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, seperti metode yang diterapkan dalam penelitian ini, diperlukan jika kita membuat rekomendasi untuk kesehatan masyarakat berdasarkan bukti yang dapat dipercaya.

Dengan mempelajari BMI anak-anak dewasa, para periset menemukan bahwa efek merusak dari memiliki IMT rendah lebih kecil dan bahwa efek berbahaya dari hidup dengan BMI tinggi lebih besar daripada yang ditemukan pada penelitian lain.

Penulis utama penelitian Dr. David Carslake, rekan riset senior di IEU MRC, mengatakan, “Peningkatan tingkat obesitas yang mengejutkan di seluruh dunia yang meningkat dari 105 juta di tahun 1975 menjadi 641 juta pada tahun 2014, menurut sebuah studi Lancet baru-baru ini, yang dibuat kekhawatiran tentang implikasi kesehatan masyarakat.” “Studi ini menunjukkan bahwa korelasi bukanlah sebab akibat dan ketika sampai pada rekomendasi kesehatan masyarakat, kita perlu menafsirkan data dengan hati-hati berdasarkan pada asosiasi saja,” ia menyimpulkan.

Berita Terbaru

PenulisBerita@!!76798

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *